Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Istimewa)
JawaPos.com - Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa meminta kepada masyarakat agar tidak mendriskiminasi penderita kusta. Dia berkomitmen memberantas penyebaran penyakit kusta di Indonesia.
Pria berusia 87 tahun ini ingin membangun paradigma bahwa kusta bukan penyakit kutukan. Oleh karena itu, para penderita kusta sebaiknya tidak dipinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang terpenting adalah mengobati dan membebaskan orang-orang ini dari diskriminasi dan memberi mereka simpati. Saya juga berharap kita bersama-sama dalam melakukan pendekatan demi menghilangkan kusta dengan baik," kata Yohei di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/1).
Yohei menuturkan, Indonesia saat ini masuk dalam 3 besar negara dengan penderita kusta terbanyak. Penyakit ini turut menyebar karena minimnya edukasi masyarakat. Banyak yang tidak mengetahui bahwa kusta bisa disembuhkan dan tidak mudah menular.
"Sebagaimana kita tahu kusta memiliki tanda-tanda medis dan juga mendapat masalah stigma karena banyak diskomunikasi yang harus diatasi. Saya juga berharap kita bersama-sama dalam melakukan pendekatan demi menghilangkan kusta dengan baik," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mendukung pemberantasan penyakit kusta. Dia berharap upaya yang dilakukan lebih komprehensif.
"Jadi kalau teman teman itu mengisolasikan membuang saudaranya kalau kena lepra itu disinformasi itu. Nggak ada scientifi evidencenya. Dan scinetfic evidencenya begitu kita kena bakteri lepra, kita meminum itu antibiotik kurang dari seminggu dia berhenti menular," kata Budi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
