Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 21.51 WIB

Kisah Mantan Bintang Persebaya Surabaya Mahmoud Eid, Rekan Mohammed Rashid dan Mimpi Palestina di Piala Dunia

Mahmoud Eid, mantan bintang Persebaya Surabaya, ketika menjadi juara bersama Bangkok United 2023. (Instagram/@mahheeid) - Image

Mahmoud Eid, mantan bintang Persebaya Surabaya, ketika menjadi juara bersama Bangkok United 2023. (Instagram/@mahheeid)

JawaPos.com — Mahmoud Eid, mantan bintang Persebaya Surabaya, kini menjelajahi karier sepak bola yang membawanya ke berbagai belahan dunia.

Pemain yang pernah menjadi andalan di Persebaya Surabaya ini kini memperkuat Bangkok United di Liga Thailand. Namun, di balik gemilang kariernya di Asia, Mahmoud Eid juga menyimpan mimpi besar untuk bisa membawa Palestina, tanah leluhurnya, tampil di panggung terbesar sepak bola dunia—Piala Dunia 2026.

Setelah menjalani perjalanan panjang dan penuh liku dalam dunia sepak bola, Mahmoud Eid kini siap untuk menghadapi tantangan terbesarnya bersama tim nasional Palestina.

Tak hanya soal mencetak gol di lapangan hijau, Mahmoud Eid berjuang melawan keterbatasan dan ketidakadilan yang dihadapi negaranya setiap kali mereka bertanding.

Baru-baru ini, Mahmoud Eid bersama Bangkok United sukses mengamankan tiket ke babak play-off AFC Champions League. Namun, tantangan besar menanti mereka di depan mata saat harus berhadapan dengan klub raksasa asal Tiongkok, Shandong Taishan.

Bagi Mahmoud Eid, pertandingan ini bukan sekadar kompetisi antarklub Asia, tapi juga bagian dari perjalanannya yang penuh arti.

Mahmoud Eid mulai mencuri perhatian publik sepak bola internasional pada 2014, ketika dia pertama kali membela tim nasional Palestina. Sebagai pemain keturunan Swedia-Palestina, Mahmoud Eid merasa bangga dapat tampil di ajang sebesar Piala Asia AFC 2015.

Saat itu, dia langsung menjadi favorit penggemar dan memainkan peran penting dalam ketiga pertandingan Palestina di turnamen tersebut.

Meski sempat diharapkan menjadi pemain andalan Palestina selama beberapa tahun, keterlibatan Mahmoud Eid di tim nasional justru tidak selalu konsisten.

Sejak debutnya di Piala Asia, dia sering keluar-masuk skuad karena berbagai faktor, mulai dari cedera hingga masalah pribadi. Namun, satu hal yang tetap dia jaga adalah kecintaannya terhadap tanah leluhurnya.

Dikutip dari Al Arabiya English, Mahmoud Eid mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim nasional Palestina di Piala Asia baru-baru ini. Dia merasa terharu melihat tim yang pernah diperkuatnya mencapai babak sistem gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski dia tak bisa berpartisipasi langsung, Eid tetap menyaksikan perjuangan mereka dari jauh dengan perasaan bangga.

“Saya sungguh bangga dengan apa yang mereka lakukan di Piala Asia, itu adalah turnamen yang menakjubkan dan mereka benar-benar memainkan sepak bola terbaik yang pernah saya lihat dari Palestina," kata Mahmoud Eid dikutip dari Al Arabiya English.

Namun, di balik kebanggaan tersebut, ada sedikit rasa sakit karena dia tak bisa berada di sana bersama mereka. Mahmoud Eid memutuskan untuk mundur sejenak dari tim nasional pada 2021, sebagian karena pengalaman yang semakin berat ketika dia harus bepergian dengan Palestina.

“Saya mengalami masa sulit dalam karier saya. Selain cedera, saya juga beberapa kali mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di perbatasan Israel, meskipun saya menggunakan paspor Swedia,” katanya.

Mahmoud Eid menceritakan pengalaman traumatisnya saat harus duduk selama berjam-jam tanpa air atau makanan, dipermalukan oleh penjaga perbatasan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore