Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 22.14 WIB

Gebrakan Baru Persebaya, Terapkan Promosi dan Degradasi Setiap Pekan hingga Dibagi 7 Kategori Level

Ardi Idrus (kiri) mencoba menendang bola ke gawang Persebaya 2. (Persebaya) - Image

Ardi Idrus (kiri) mencoba menendang bola ke gawang Persebaya 2. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali membuat langkah inovatif dalam pembinaan pemain muda melalui Persebaya Future Lab. Inisiatif ini melibatkan pembagian seluruh pemain ke dalam tujuh kategori berdasarkan kemampuan sepak bola, bukan usia.

Sistem ini memungkinkan para pemain muda untuk terus bersaing dan meningkatkan kemampuan mereka, dengan kesempatan untuk dipromosikan ke tim utama atau sebaliknya mengalami degradasi ke kategori yang lebih rendah.

Persebaya 1, sebagai tim senior, menjadi ujung tombak klub dalam persaingan Liga 1 Indonesia. Tim ini dipimpin oleh pelatih berpengalaman Paul Munster. Sementara itu, kategori lainnya, yakni Persebaya 2 hingga Persebaya 7, berada di bawah pengelolaan Persebaya Future Lab yang dikomandoi oleh Ganesha Putera.

Sistem ini memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berlatih dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi kesempatan masuk ke tim utama.

Sistem promosi dan degradasi yang diterapkan oleh Persebaya Future Lab merupakan pendekatan yang jarang ditemui di klub sepak bola Indonesia. Setiap pekan, para pemain dievaluasi berdasarkan performa mereka. Pemain yang tampil impresif di Persebaya 2, misalnya, bisa mendapatkan kesempatan promosi ke Persebaya 1. Sebaliknya, pemain yang performanya menurun bisa mengalami degradasi ke kategori yang lebih rendah.

Hal ini terjadi pada Widi Syarief, yang sebelumnya pernah memperkuat tim utama Persebaya. Setelah dipinjamkan ke klub Liga 2, dia kini kembali ke Surabaya dan ditempatkan di Persebaya 2. Namun, kesempatan kembali ke tim utama terbuka lebar baginya.

Dalam pertandingan uji coba antara Persebaya 2 dan pemain cadangan Persebaya 1, Widi berhasil memikat perhatian Paul Munster. "Widi kita beri kesempatan untuk berlatih di Persebaya 1. Aleandro Alan M. dan Paulinus Aplikapi sementara kembali ke Persebaya 2," ujar Paul Munster dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Sistem ini juga mendapat dukungan penuh dari Ganesha Putera. Menurutnya, kerja sama erat antara tim utama dan Persebaya Future Lab akan memberikan motivasi lebih bagi para pemain di kategori bawah untuk berlatih keras dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. "Dengan sistem seperti itu, pemain akan terus berkompetisi, meninggalkan zona nyaman, mem-push diri mereka untuk lebih baik," kata Ganesha.

Ganesha juga menekankan bahwa pembagian kategori ini tidak didasarkan pada kelompok usia. Dalam satu kategori, bisa terdapat pemain U-16, U-18, atau U-20, tergantung pada kemampuan sepak bola mereka. Ini berarti seorang pemain muda memiliki kesempatan yang sama dengan pemain yang lebih berpengalaman untuk naik ke kategori yang lebih tinggi, asalkan mereka mampu menunjukkan performa yang konsisten.

Sistem ini memungkinkan evaluasi yang objektif dan adil terhadap setiap pemain. Dalam satu kategori, terdapat sekitar 15 pemain yang setiap pekannya dievaluasi. Dengan demikian, seorang pemain bisa saja mengalami perubahan kategori dari pekan ke pekan.

Misalnya, seorang pemain yang berada di Persebaya 3 pada pekan pertama Agustus, bisa saja naik ke Persebaya 2 pada pekan berikutnya atau sebaliknya. Ini membuat setiap pemain harus terus menjaga performa mereka dan tidak boleh merasa puas dengan posisi mereka saat ini.

Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga pemain dari zona nyaman. Dengan adanya sistem promosi dan degradasi ini, setiap pemain dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap sesi latihan dan pertandingan. Ini tentunya akan meningkatkan kualitas pemain secara keseluruhan, karena mereka selalu terdorong untuk bersaing dan meningkatkan kemampuan mereka.

Komentar positif dari para suporter dan pengamat sepak bola tidak dapat dihindari. Banyak yang melihat ini sebagai langkah yang positif untuk mengembangkan bakat muda dan menjaga persaingan sehat di dalam tim.

Selain itu, sistem ini juga memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi yang sebenarnya dan siap ketika dipanggil ke tim utama.

Selain itu, kebijakan ini juga dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia dalam mengembangkan pemain muda mereka. Dengan sistem yang terstruktur dan evaluasi yang objektif, diharapkan dapat lahir pemain-pemain berkualitas yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore