
Logo Arema FC. ANTARA/HO-MO Arema FC.
JawaPos.com - Manajemen Arema FC mengajukan proses audiensi dengan Pemerintah Kota Blitar terkait rencana pengajuan penggunaan Stadion Soepriadi di Kota Blitar sebagai kandang tim berjuluk Singo Edan pada kompetisi Liga 1 musim 2024/2025, dikutip dari ANTARA.
Manajer Operasional Arema FC Sudarmaji di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan bahwa selain mengajukan audiensi bersama Pemerintah Kota Blitar, manajemen Arema FC juga berkeinginan menguatkan komunikasi dengan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Blitar.
"Kami sangat ingin berdialog dengan Pemerintah Kota Blitar. Untuk berbincang secara obyektif dan aktual, seputar persiapan keinginan kami berkandang di Stadion Soepriadi," kata Sudarmaji.
Baca Juga: PPN 12 Persen Berlaku Tahun Depan Dikritik DPR, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru
Sudarmaji menjelaskan, manajemen Arema FC juga sudah menyiapkan skema agar pertandingan berlangsung dengan aman dan lancar. Termasuk laga yang masuk dalam kategori big match akan dilakukan antisipasi lebih.
Menurutnya, Stadion Supriadi dipilih menjadi pilihan utama karena stadion tersebut telah lolos dalam assessment dari Mabes Polri. Arema FC meyakini bahwa stadion tersebut bisa dipergunakan pada kompetisi Liga 1.
Dipergunakannya stadion tersebut, tentunya setelah mendapatkan masukan dari Askot PSSI Kota Blitar dan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru. Arema FC sesungguhnya sudah melihat sejumlah stadion lain, namun pilihan tetap jatuh ke Stadion Soepriadi Blitar.
Baca Juga: 4 Shio Perempuan Ini Jadi Incaran Pria Mapan dan Dewasa Karena Penuh Pesona dan High Value
Sejumlah pilihan tersebut, lanjutnya, diantaranya pada stadion yang ada di wilayah Tuban dan Jember. Ia menambahkan, Arema FC juga akan melakukan standardisasi fasilitas di Stadion Soepriadi agar sesuai dengan regulasi kompetisi Liga 1.
"Sebenarnya kami juga sudah mengecek stadion lainnya. Seperti di Tuban dan Jember. Stadion Soepriadi yang sementara ini dapat segera digunakan. Terlebih di sana musim ini tidak dipakai tim Liga 2," katanya.
Terkait kekhawatiran Wali Kota Blitar terkait trauma adanya kericuhan, ujarnya, Arema FC memiliki langkah antisipasi terkait pertandingan big match seperti halnya saat partai derby. Pertandingan akan dilangsungkan sore hari dan mengurangi kapasitas penonton.
"Kalau sekarang kapasitas stadion bisa 15 ribu penonton. Nanti akan kami pakai maksimal dua pertiga saja, tentunya dengan standar pengamanan," katanya.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan Arema FC juga tidak penuh satu musim berkandang di Kota Blitar. Hal tersebut menyusul peluang untuk kembali ke Stadion Kanjuruhan yang saat ini tengah dilakukan renovasi.
"Kami juga akan menanyakan kepastian selesainya Stadion Kanjuruhan. Sebab untuk musim 2024/2025 nanti, kami akan mendaftarkan dua stadion. Stadion utamanya di Stadion Kanjuruhan, sedang stadion pendamping di Stadion Soepriadi Blitar," katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
