
RAMAI: Kolom komentar Persebaya Surabaya penuh dengan argumen dan diskusi terkait hubungan suporter klub di Liga Indonesia. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Akun Instagram resmi Persebaya Surabaya baru-baru ini diserbu ribuan komentar netizen. Ironisnya, komentar-komentar tersebut tidak ada kaitannya dengan unggahan terbaru mereka. Padahal, unggahan tersebut mempromosikan acara positif bertajuk "Persebaya Kampung Wani by Antangin" yang bertujuan membangun hubungan baik dengan masyarakat Kota Surabaya melalui berbagai kegiatan kreatif di kampung-kampung.
Dalam unggahannya, Persebaya mengumumkan bahwa acara Kampung Wani ketiga akan digelar di Kampung Lumpia, Kawasan Jalan Ngaglik Kuburan RW 07 Kapasari Surabaya pada Minggu, 2 Juni 2024 pukul 06.00 pagi. Acara tersebut mengusung rangkaian kegiatan yang menarik, seperti Senam Antangin Wani Sehat, jalan sehat Antangin, fun games by Antangin, meet and greet pemain, serta puluhan doorprize dengan hadiah utama mesin cuci dan televisi.
"Ajaken kabeh keluarga, tetangga dan doi gawe acara iki meriaah! Iling yo acara iki GRATISSSSSSSS! Salam Satu Nyali! Wani!" demikian ajakan Persebaya di unggahan tersebut.
Namun, alih-alih mendapat perhatian penuh pada kegiatan positif tersebut, kolom komentar dipenuhi oleh diskusi yang justru menyimpang dari topik. Banyak netizen yang malah membahas hubungan antara dua kelompok suporter sepak bola terbesar di Indonesia, yaitu Bonek (pendukung Persebaya) dan Viking atau Bobotoh (pendukung Persib Bandung).
Salah satu komentar berbunyi, “postingan opo komene opo?” yang mengindikasikan bahwa topik yang dibahas di kolom komentar tidak ada hubungannya dengan unggahan tersebut. Komentar lainnya menyoroti hubungan persaudaraan antara Bonek dan Viking. “Kalian kenapa wahai saudara kuuu bobotoh bonek saudara selamanya,” tulis seorang netizen, mengajak untuk menjaga hubungan baik di antara suporter.
Komentar-komentar lainnya juga memperlihatkan sentimen serupa, menunjukkan keinginan untuk meredakan ketegangan dan menjaga perdamaian antara kedua kelompok suporter. “BONEK VIKING SAUDARA SELAMANYA, gue selaku pendukung persib sangat menolak keras kalo kefanatikan suporter bola berimbas buruk dan negatif kepada orang orang yang ga tau apa apa soal ini semua, gue cuma berharap semua lapisan dan juga elemen yang terkait sama ini bisa merangkul semua suporter yang memang punya history bentrokan atau kurang akur lah. #bonvik #arejak,” ujar seorang pengguna Instagram lainnya.
Sejumlah netizen lainnya juga meminta untuk tidak terprovokasi dan menyarankan agar mencari pelaku sebenarnya yang sering kali menyebabkan ketegangan. “GAK USAH PROVOKASI, MARI KITA CARI TAU PELAKU NYA BANDUNG SURABAYA SEDULURAN JANGAN KALAH SAMA SEGELINTIR PROVOKATOR,” tulis netizen lain dengan nada tegas namun damai.
Sentimen perdamaian terus berlanjut dengan banyaknya komentar yang menyerukan persaudaraan abadi antara Bonek dan Viking. “kita pernah bersatu,” serta “plis lahh,” dan “bonek tetep sodara sampai kapanpun,” adalah beberapa di antaranya.
Bahkan, beberapa netizen menyoroti bahwa masalah ini sering kali diperkeruh oleh akun media sosial yang dikelola oleh orang-orang yang berpikiran sempit. “Perlu diingat bahwa yg membuat persaudaraan bonek viking menjadi panas adalah akun media sosial yg admin nya masih memiliki pola pikir yg kekanak-kanakan, bonek viking seduluran selawase,” ujar salah satu komentar yang mendapat banyak dukungan.
Tidak sedikit pula yang menyampaikan harapan agar hubungan baik tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh provokasi. “INSYA ALLAH BANDUNG x SURABAYA TETAP SEDULURAN GA ADA SEJARAHNYA BANDUNG BERMUSUHAN SAMA SURABAYA INTINYA VIKING-BONEK TETAP DULURR,” tulis seorang netizen. “Jangan karena segelintir orang persahabatan jadi pudar,” tambah yang lain.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini dan persepsi publik, serta bagaimana platform ini bisa menjadi ajang diskusi yang intens bahkan ketika topik yang diangkat berbeda dari postingan asli. Meskipun agenda Kampung Wani oleh Persebaya bertujuan untuk membangun hubungan baik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif, komentar-komentar netizen menunjukkan bahwa ada isu lain yang menjadi perhatian utama mereka.
Kondisi ini seharusnya menjadi refleksi bagi semua pihak, terutama pengelola akun media sosial klub sepak bola untuk lebih sensitif terhadap isu-isu yang berkembang di kalangan suporter. Selain itu, ini juga menjadi momen penting bagi suporter untuk menunjukkan kedewasaan dan saling menghormati demi menjaga perdamaian dan persaudaraan di antara mereka.
Persebaya Surabaya sendiri, sebagai klub yang memiliki basis suporter besar dan fanatik, perlu terus mendorong kegiatan-kegiatan positif seperti Kampung Wani. Selain memberikan hiburan dan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi wadah untuk memperkuat ikatan antara klub dan suporter serta antara suporter itu sendiri.
Di masa depan, diharapkan lebih banyak acara serupa yang digelar, tidak hanya oleh Persebaya tetapi juga oleh klub-klub lain di Indonesia. Dengan begitu, sepak bola bisa menjadi alat pemersatu yang efektif, mengurangi ketegangan antar suporter, dan membangun komunitas yang lebih solid dan harmonis.
Seiring dengan berjalannya waktu, semoga hubungan baik antara elemen suporter Persebaya Surabaya dan elemen suporter Persib Bandung bisa semakin kuat dan menjadi contoh bagi kelompok suporter lainnya di Indonesia. Dengan menjaga semangat persaudaraan dan saling menghormati, sepak bola Indonesia bisa tumbuh menjadi lebih baik dan lebih inklusif bagi semua pihak.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
