JawaPos.com - Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi lawan berat di partai semifinal AFC U-23 Asian Cup 2024, yakni Uzbekistan U-23.
Skuad Garuda akan melawan tim asal Asia Tengah itu pada Senin (29/4) malam di Abdullah bin Khalifa Stadium.
Timnas Uzbekistan U-23 yang dilatih Timur Kapadze sama sekali bukan lawan yang mudah. Mereka merupakan tim tersubur di kompetisi ini dengan 12 gol serta belum pernah kebobolan sekalipun.
Lalu bagaimana profil permainan Uzbekistan U-23? Apa yang membuat mereka menjadi tim tersubur sekaligus tak pernah kebobolan?
Berikut analisisnya dilansir dari kanal YouTube Ruang Taktik FC, Senin (29/4).
1. Formasi 4-2-3-1
Dalam empat laga yang telah dijalani di kompetisi ini, anak asuh Timur Kapadze ini konsisten menggunakan formasi 4-2-3-1. Ketika menyerang/memegang bola, formasi mereka akan menjadi 4-1-2-3 atau 4-1-5. Salah satu gelandang bertahan dan gelandang serang mereka akan ikut maju ke depan, sementara kedua penyerang sayap mereka akan maju sejajar dengan striker.
2. Bek Sayap yang Eksplosif
Uzbekistan memiliki dua bek sayap atau fullback yang rajin naik untuk membantu serangan. Mereka adalah Yuldhosev (fullback nomor punggung 6) dan Abdirakhmatovh (fullback kanan nomor punggung 3).
Di sisi pertahanan lawan, kedua bek ini mampu memperagakan permainan kombinasi dengan penyerang sayap dan gelandang. Selain itu, Yuldhosev juga tak hanya bisa bermain di sisi lapangan, ia juga bisa merangsek masuk ke tengah untuk menarik atau mengacaukan perhatian gelandang/bek tengah lawan.
"Fullback kiri nomor punggung 6, Yuldhosev, memegang peranan penting dalam fase bangun serangan dan menyerang di sisi kiri. Ia bisa memainkan peran inverted fullback yang akan masuk ke half-space atau tengah jika kelebaran sudah diisi oleh penyerang sayap," kata Ruang Taktik FC dalam video preview yang diunggah pada Minggu (28/4).
3. Wide Overload
Salah satu taktik yang sering digunakan oleh Uzbekistan adalah menumpuk banyak pemain di salah satu sisi pertahanan lawan (wide overload). Dengan menumpuk banyak pemain di salah satu sisi, Uzbekistan jadi memiliki banyak opsi umpan dan bisa memperagakan permainkan kombinasi umpan-umpan pendek nan cepat.
Hasil dari penetapan taktik ini biasanya berbuah umpan silang (crossing) ke kotak penalti lawan. Uzbekistan juga selalu menempatkan tiga pemain di kotak penalti untuk menyambut crossing.
Selain berbuah crossing, para pemain Uzbekistan juga memiliki skill individu mumpuni. Dari sisi sayap, mereka bisa menggiring bola ke area tengah pertahanan lawan dengan melewati beberapa pemain sekaligus, sebelum melepaskan umpan berbahaya yang berpeluang untuk dikonversi menjadi gol.
4. Punya Banyak Variasi Serangan
Ruang Taktik FC juga mencermati bahwa Anak asuh Timur Kapadze ini juga punya banyak variasi serangan. Jika pola permainan atau taktik mereka terbaca, mereka cenderung mampu untuk menemukan solusi.
Misalnya pada saat laga vs Vietnam di fase grup, ketika taktik wide overload Uzbekistan berhasil diredam, para pemain asuhan Timur Kapadze mengganti pola serangan dengan lebih sering mengirim umpan terobosan ke penyerang atau umpan lambung ke belakang pertahanan lawan. Lewat skema ini, Uzbekistan mampu menghasilkan tiga gol ke gawang Vietnam.
5. Pergerakan Tanpa Bola
Para pemain Uzbekistan selalu aktif bergerak meskipun tidak sedang memegang bola. Pergerakan tanpa bola ini dilakukan untuk memancing pressing dari lawan, sehingga menimbulkan celah di lini pertahanan lawan yang bisa diekspos.
"Tiap pemain Indonesia harus ekstra fokus dan disiplin untuk cover ruang saat ada pemain yang tertarik dengan pergerakan tanpa bola pemain lawan," jelas Ruang Taktik.
6. High Press Agresif dan Man to Man Marking
Uzbekistan juga menerapkan high pressing atau menekan dengan intensitas tinggi ketika bek lawan sedang mencoba membangun serangan. Para penyerang Uzbekistan akan melakukan high pressing, sementara setiap gelandang mereka akan menjaga setiap pemain lawan di lini tengah (man to man marking).
Kombinasi high press dan man to man marking sangat menyulitkan, karena bek lawan jadi tak nyaman dalam memegang bola dan tidak memiliki opsi umpan karena setiap pemain lainnya juga dijaga ketat.
Celah di Pertahanan Uzbekistan
Meski belum pernah kebobolan, Uzbekistan juga memiliki beberapa titik kelemahan di area pertahanan mereka. Dalam beberapa momen, Vietnam bisa menembus pertahanan Uzbekistan dengan umpan terobosan yang langsung mengekspos area depan/belakang pertahanan anak asuh Timur Kapadze. Namun, cara ini kerap gagal karena akurasi umpan yang kurang baik.
Serangan balik juga menjadi cara yang bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia untuk membobol gawang Uzbekistan, mengingat kedua bek sayap mereka rajin naik membantu serangan, sehingga pasti meninggalkan celah di sisi kiri dan kanan pertahanan mereka.
***