
MISI BERAT: Paul Munster hanya memberikan libur dua hari saja untuk pemain agar bisa menyiapkan strategi dan kondisi pemain di sisa laga Liga 1 Indonesia. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Menatap pekan-pekan penting dalam kompetisi Liga 1 2023/2024, Persebaya Surabaya menunjukkan tekad yang kuat untuk menjauh dari zona degradasi. Meskipun libur Lebaran hanya dua hari, mereka tancap gas dalam persiapan menghadapi empat pertandingan dalam waktu 15 hari.
Setelah pengumuman bergulirnya kembali kompetisi, Persebaya Surabaya langsung bergerak. Pekan ke-31 hingga ke-34 dijadwalkan sebagai momen krusial bagi mereka, dengan pertandingan-pertandingan yang akan menentukan nasib klub di kompetisi.
Paul Munster, sang pelatih Persebaya, tidak memberikan kesempatan bagi pemainnya untuk bersantai lama setelah libur Lebaran. Dua hari saja untuk beristirahat, dan sisanya diisi dengan latihan keras demi menjaga fisik dan meningkatkan performa dalam menghadapi empat laga berat.
"Saya hanya liburkan selama dua hari saja, selebihnya mereka harus berkumpul untuk berlatih menatap 4 pertandingan dalam waktu 15 hari. Tentu ini sangat mepet waktunya dan sangat menguras tenaga," kata Munster, Minggu (7/4) dikutip dari Radar Surabaya.
Dari empat pertandingan tersisa, tiga di antaranya akan digelar di kandang, bertanding melawan Dewa United, Bali United, dan Persik Kediri. Sedangkan satu pertandingan akan diadakan di luar kandang, menghadapi Persib Bandung.
"Kita akan tetap berlatih agar kondisi pemain tidak menurun. Semoga ini berjalan 100 persen," harap pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Peluang untuk pulang kampung bagi pemain-pemain yang berasal dari luar Surabaya menjadi terbatas. Bahkan, bagi mereka yang kampung halamannya jauh, seperti Muhammad Iqbal yang berasal dari Padang Pariaman di Sumatera Barat, memilih untuk tetap berada di Surabaya demi menjaga fokus.
"Melihat jadwal libur hari raya tentunya saya tidak pulang, apabila dipaksakan tentu capek di perjalanan. Apalagi, tiket waktu hari raya juga melambung tinggi, untuk itu saya lebaran di Surabaya saja," tutur Iqbal.
Keputusan untuk tidak mudik bukanlah hal yang mudah, terutama bagi pemain yang sudah terbiasa merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, kesadaran akan pentingnya persiapan dan fokus dalam menghadapi pertandingan menjadi prioritas utama.
“Mau tidak mau ya harus dilakukan, untungnya saya belum membeli tiket pesawat. Sementara, saya lebaran di sini dan fokus latihan terlebih dahulu," terangnya.
Wildan Ramdhani, penyerang Persebaya Surabaya, juga memilih untuk tidak mudik ke Bandung meskipun jauh dari keluarga. Faktor fisik menjadi pertimbangan utama, mengingat perjalanan darat yang memakan waktu cukup lama dan tiket pesawat yang sulit didapatkan.
“Kalau begini saya tidak mudik, karena perjalanan darat dari Surabaya ke Bandung saya memakan waktu cukup banyak. Malah capek di perjalanan, maka saya lebaran di Surabaya dulu,” terang Wildan.
Meskipun harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, para pemain Persebaya Surabaya tetap menjaga semangat dan fokus dalam persiapan. Mereka mengakui bahwa kompetisi ini membutuhkan pengorbanan, dan keputusan untuk tetap berada di Surabaya sebagai bagian dari komitmen mereka untuk klub dan suporter.
Sementara itu, Paul Munster sendiri mengakui tantangan yang dihadapi timnya dalam waktu yang singkat ini. Empat pertandingan dalam waktu 15 hari bukanlah hal yang mudah, namun dia yakin dengan persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi, Persebaya Surabaya bisa meraih hasil positif.
Dengan tancap gas dalam persiapan dan tekad kuat untuk meraih kemenangan, Persebaya Surabaya siap menjalani ujian berat ini. Dukungan dan doa dari suporter setia menjadi energi tambahan bagi mereka untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik di lapangan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
