Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 22.57 WIB

Kisah Muhtadi Lestaluhu, Generasi Pertama Tulehu yang Berhasil Menembus Timnas Indonesia

TANAH SEPAK BOLA: Pemain Timnas era ‘80-an Muhtadi Lestaluhu di depan tugu selamat datang di desanya, Negeri Tulehu, Maluku Tengah. (Sidik Maulana Tualeka/JawaPos) - Image

TANAH SEPAK BOLA: Pemain Timnas era ‘80-an Muhtadi Lestaluhu di depan tugu selamat datang di desanya, Negeri Tulehu, Maluku Tengah. (Sidik Maulana Tualeka/JawaPos)

JawaPos.com — Ketika matahari bersinar terang di Pulau Ambon, Negeri Tulehu di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, bercahaya dalam semangat sepak bola yang tak terpadamkan.

Ini adalah kampung di mana sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dan, di balik kecintaan yang mendalam terhadap olahraga ini, terdapat sebuah kisah legendaris tentang Muhtadi Lestaluhu, generasi pertama Tulehu yang berhasil menembus Timnas Indonesia.

Tulehu bukanlah nama asing dalam jagat sepak bola Indonesia. Sejak dinobatkan sebagai kampung sepak bola pada Februari tahun lalu, desa ini telah menjadi pusat perhatian bagi pencinta olahraga yang penuh semangat. Di tengah gemerlapnya sorotan, nama Muhtadi Lestaluhu muncul sebagai pahlawan sejati dari Tulehu yang telah mengukir sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia.

Kehidupan di Tulehu dipenuhi dengan warna-warni kecintaan akan sepak bola. Sebagai contoh, Salim Ohorela, seorang tukang ojek setempat, merasakan getirnya cuaca yang tidak bersahabat ketika hujan turun. Baginya, hujan bukan hanya sekadar gangguan cuaca, melainkan juga merupakan penghalang bagi penghasilannya yang berasal dari layanan ojek.

Namun, lebih dari itu, hujan juga menjadi penghalang bagi keinginannya untuk membeli perlengkapan sepak bola untuk putranya, Ridwan Ohorela, yang juga bermimpi menjadi pesepakbola hebat seperti para legenda dari kampung itu.

Keberhasilan Tulehu sebagai kampung sepak bola telah mengubah pemandangan lapangan sepak bola di sana. Lapangan Matawaru, yang dulunya hanya ramai saat ada turnamen antarkampung, kini menjadi pusat aktivitas setiap hari. Anak-anak dan orang dewasa bergantian memperebutkan lapangan untuk bermain sepak bola, mencari kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka.

Tidak hanya itu, Tulehu juga bangga memiliki tiga Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mengasah bakat-bakat muda di daerah tersebut. Setiap SSB memiliki ratusan siswa dari berbagai kelompok usia, menunjukkan minat yang besar dalam mengembangkan bakat sepak bola di kalangan masyarakat setempat.

Abdulrahman Ohorela, seorang pelatih di salah satu SSB, menyatakan bahwa semangat bermain bola di Tulehu semakin berkobar-kobar setelah desa mereka dinobatkan sebagai kampung sepak bola. Orang tua dengan antusias mengantarkan anak-anak mereka untuk berlatih di lapangan, menandai kebangkitan semangat sepak bola di tengah-tengah mereka.

"Sukses ini tidak lepas dari predikat kami sebagai kampung sepak bola," kata Abdulrahman Ohorela, pelatih SSB Tulehu Putera kala itu dikutip dari Jawa Pos koran edisi 11 Maret 2015.

"Ini adalah salah satu efek status kami sebagai kampung bola," imbuhnya kala itu.

Namun, keberhasilan Tulehu tidak terlepas dari peran penting kepala desa setempat, Raja Tulehu Alibaba Tawainela. Dengan visi dan misinya yang kuat, Alibaba berusaha untuk meningkatkan lagi prestasi sepak bola di negerinya. Dia bahkan menyelenggarakan Piala Raja Tulehu, sebuah turnamen yang melibatkan klub-klub dari berbagai daerah di Maluku Tengah, sebagai bukti komitmennya terhadap pengembangan olahraga sepak bola.

"Ini akan menjadi event tahunan. Rencananya, tim-tim dari seluruh Maluku ikut," kata Alibaba saat ditemui di rumahnya yang asri oleh Jawa Pos kala itu.

Sebenarnya, ide menggelar event ini ada sejak lama. Namun, kami semakin mantap untuk mengeksekusi setelah ada predikat kampung bola," paparnya.

Selain itu, Alibaba juga memiliki inisiatif lain untuk memajukan sepak bola di Tulehu. Salah satunya adalah mengubah desain tugu selamat datang di desa mereka. Sebagai simbol bahwa Tulehu adalah kampung sepak bola, tugu tersebut akan dihiasi dengan bola-bola raksasa sebagai pengganti peluru yang sebelumnya menjadi bagian dari desainnya.

"Biar kehidupan masyarakat di sini bisa lebih damai dan lebih bersemangat untuk bermain bola selamanya," ujarnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore