
Suporter sepak bola melakukan aksi solidaritas tragedi Kanjuruhan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu (30/10/2022).Pada aksinya mereka menuntut penuntasan tragedi Kanjuruhan secara transparan serta adil dan meminta PSSI untuk bert
JawaPos.com - Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan digelar pada awal tahun 2023 mendatang. KLB dipercepat menyusul Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022 lalu selepas laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Pakar Manajemen Prestasi Olahraga Prof. Djoko Pekik Irianto berharap, momentun KLB PSSI ini sebagai titik balik kemajuan sepak bola Indonesia. Sebab, siapapun yang nantinya akan memimpin PSSI harus bisa membawa sepak bola Indonesia mendunia.
Djoko Pekik menangkap harapan besar masyarakat agar Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Apalagi berkaca pada pengalaman Piala Dunia Qatar 2022 yang membawa semangat bagi kebangkitan sepak bola Asia.
Maka, menurut Djoko Pekok, harapan itu disandarkan kepada calon ketua PSSI yang baru. Tentu yang paham sejarah tentang sejarah PSSI dan memiliki visi misi mengangkat sepak bola tanah air berlaga di pentas Internasional.
“Kalau terkait dengan calon siapa pun punya hak untuk mencalonkan atau dicalonkan yang penting tentu siapa pun yang akan dicalonkan dan akan mencalonkan harus tahu tentang sejarah. Sejarah dinamika PSSI sampai hari ini, di mana kita belum bisa bangkit seperti yang kita harapkan dengan berbagai problem,” ujar Djoko, Selasa (20/12/2022).
Djoko Pekik yang juga mantan ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI) itu merepon tampilnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu pada postingan akun media sosial resmi FIFA yang mengomentari laga final Piala Dunia 2022 yang dinilai sebuah dukungan untuk memimpin PSSI.
Menurutnya, baik Erick Thohir maupun calon ketua umum lainnya yang akan berkontestasi harus memiliki strategi dan gebrakan menjadi PSSI lebih baik dan membawa sepak bola Indonesia mendunia.
“Tentu di antara calon-calon itu kita berharap yang tadi saya sampaikan harus tahu sejarah, kita harus punya strategi, punya visi dan misi. Visinya kan pasti mengangkat prestasi sepak bola Indonesia ke level dunia kan pasti kalau itu. Punya satu misi strategi yang jitu untuk mengatasi masalah-masalah yang selama ini terjadi,” ungkapnya.
“Jadi menurut saya jangan yang usual (biasa) tapi ada satu terobosan gebrakan untuk bisa mengangkat sepak bola Indonesia ke kancah dunia itu,” imbuh Djoko.
Djoko menantang para calon ketua PSSI harus berkomitmen dan berjuang agar Indonesia bisa tampil pada piala dunia mendatang.
“Memang punya komitmen betul untuk mengangkat bagaimana kita bermimpi untuk bisa melihat World Cup itu kita main itu yang harus betul-betul dipikirkan oleh siapapun yang dicalonkan maupun mencalonkan,” tegas Djoko.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi dan berpeluang masuk ke level dunia, asalkan memiliki strategi pembinaan sepak bola yang tepat.
“Menurut saya strategi bagaimana bisa membuat sebuah pembinaan, kita kan sebenarnya punya potensial tidak sedikit toh untuk bisa masuk ke level dunia begitu," ujarnya.
Sebagai langkah awal meningkatkan prestasi Indonesia sebelum tampil di Piala Dunia, lanjut Djoko, ia menekankan komitmen dan menargetkan kepada para calon ketua PSSI, agar sepak bola Indonesia bisa lolos di level Asia terlebih dahulu.
“Untuk bisa menampilkan Indonesia sederhana saja lah bagaimana caranya si calon ini mampu membawa Indonesia main di World Cup, terserah nanti targetnya di world cup tahun berapa. Tapi jangan lama-lama, World Cup kan 4 tahun sekali, kira-kira di World Cup yang akan datang 2026 itu kita sudah bisa lolos zona Asia lah harapan kita itu,” harap Djoko.
Selain itu, Djoko menilai PSSI ke depan harus berbenah, jangan sampai tragedi Kanjuruhan terulang kembali pada kepengurusan berikutnya.
“Yang penting adalah bagaimana kita punya satu mindset membangun sepak bola yang modern tanpa di ribeti oleh persoalan-persoalan kayak kemarin. Ada ini, ada itu pertandingan yang manajemennya barangkali kurang profesional sehingga terjadi kasus Kanjuruhan misalnya,” ucap Djoko.
Lebih lanjut Djoko mengingatkan agar jangan melupakan pembinaan usia muda di mana kepengurusan PSSI sekarang kurang begitu memperhatikan.
“Menurut saya kok agak tidak terurus kemarin-kemarin itu (pembinaan usia muda) yang perlu dipertimbangkan dan bagaimana punya suatu mindset perubahan untuk maju,” pungkas Djoko.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
