
MENGENANG MEMORI: Dragan Djukanovic mengenang masa-masa melatihnya di era politik pada Pemilu 2019 di PSIS Semarang. (Dragan Djukanovic untuk JawaPos.com)
JawaPos.com — Pemilu adalah momen penting dalam kehidupan sebuah negara, di mana harapan, perubahan, dan masa depan dipertaruhkan oleh rakyatnya.
Namun, bagaimana jika momen tersebut bertepatan dengan kehadiran seorang pelatih sepak bola yang berada di tengah-tengah suatu kota yang sedang berjuang di lapangan?
Inilah yang dialami oleh mantan pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, saat dia mengingat kembali periode menangani PSIS Semarang pada 2019, yang bertepatan dengan Pemilihan Presiden Indonesia.
Menurut Dragan, ingatannya terhadap periode tersebut begitu tajam, terutama karena Presiden klubnya saat itu, Pak Yoyok (Sukawi), adalah seorang politikus.
Suasana di Semarang pun dipenuhi dengan pembicaraan tentang pemilu, di mana orang-orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi, dan euforia politik merajalela di mana-mana. Dragan bahkan mengingat bahwa Partai Demokrat akan menang di Semarang, dan hasil pemilihan presiden menunjukkan Joko Widodo sebagai pemenangnya.
“Ya saya ingat, karena presiden saya Pak Yoyok (Sukawi) adalah politikus, itulah yang saya ingat dengan jelas pada hari-hari di Semarang,” ungkap Dragan Djukanovic.
“Orang-orang pergi ke kampanye dan semua orang membicarakan pemilu, saya kira Partai Demokrat menang di Semarang. Lalu, yang terpilih sebagai Presiden adalah Joko Widodo,” tambah pelatih yang saat ini berada di Yunani tersebut.
Tentu saja, momen pemilihan presiden selalu membawa dampak yang besar bagi berbagai sektor, termasuk industri sepak bola. Ketika ditanya tentang pengaruh presiden baru terhadap sepak bola Indonesia, Dragan menyebutkan tentang kabar bahwa Presiden Joko Widodo akan membantu dalam pemusatan latihan timnas Indonesia, sebuah langkah yang disambut baik oleh Djukanovic.
Menurutnya, negara seharusnya turut serta dalam membantu perkembangan sepak bola di Indonesia, mengingat betapa pentingnya peran olahraga ini dalam kehidupan masyarakat.
“Sempat beredar kabar bahwa Pak Joko Widodo akan membantu pemusatan latihan timnas Indonesia. Itu bagus sekali,” lanjut Dragan Djukanovic.
“Saya juga berpendapat bahwa negara harus membantu perkembangan sepak bola di Indonesia karena sepak bola sangat hadir dalam kehidupan masyarakat awam dan mereka menyukainya,” terang Djukanovic mengenai pentingnya peran pemerintah bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Menurut Djukanovic, sepak bola adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, dan negara seharusnya menginvestasikan sumber daya dan dukungan untuk memajukan industri ini.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sepak bola di Asia jika dibangun dengan baik. Oleh karena itu, Djukanovic mengajak siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin negara untuk memperhatikan pentingnya pengembangan sepak bola di Indonesia.
“Bagi masyarakat, sepak bola adalah segmen kehidupan terpenting setelah keluarga. Indonesia mencintai sepak bola. Negara yang indah dan orang-orang yang sangat berarti bagi sepak bola,” jelas Dragan Djukanovic tentang kecenderungan masyarakat Indonesia yang sangat menggemari sepak bola.
“Karena itulah siapa pun yang terpilih harusnya berinvestasi dan membantu sepak bola di Indonesia. Sebab, Indonesia mempunyai potensi yang besar dan bisa menjadi faktor sepak bola di Asia di masa depan. Kita perlu membangun pemusatan latihan baru, stadion, dan membantu pengembangan akademi sepak bola karena itulah yang menjadi dasar hasil,” pungkas pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
