Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 17.33 WIB

Kisah Asal Usul Julukan Laskar Joko Samudro dan Pasang Surut Gresik United di Liga 2 Musim Ini

GAGAL LOLOS: Pemain Gresik United saat digagalkan serangannya oleh penjaga gawang Persipal Palu saat bermain di Stadion Gawalise. (Istimewa/Radar Gresik) - Image

GAGAL LOLOS: Pemain Gresik United saat digagalkan serangannya oleh penjaga gawang Persipal Palu saat bermain di Stadion Gawalise. (Istimewa/Radar Gresik)

JawaPos.com - Gresik United, sebuah nama yang mencuat dalam sejarah sepak bola Indonesia, kini menyisakan kepedihan setelah gagal melangkah ke babak semifinal Liga 2 Indonesia musim 2023/2024.

Tim yang dijuluki Laskar Joko Samudro, setelah mengalami degradasi dari Liga 1 pada 2017 dan kemudian terpuruk hingga ke Liga 3, kembali mengalami pukulan telak.

Berdiri sejak 2005, Gresik United merupakan hasil peleburan antara Petrokimia Putra dan Persegres Gresik. Awalnya, sebagai PS Petrokimia Putra, klub ini mencetak sejarah dengan menjadi juara Liga Indonesia pada 2002. Namun, transformasi menjadi Gresik United tidak selalu berjalan mulus. Julukan Kebo Giras dan Joko Umbaran pun berganti, hingga akhirnya menemukan identitas dalam Laskar Joko Samudro.

Laskar Joko Samudro, sebuah julukan yang terkait erat dengan sejarah Sunan Giri, seorang walisongo pada zaman kerajaan di Gresik pada 1365-1428 Saka. Sunan Giri dikenal sebagai tokoh yang menyebarkan agama Islam di seluruh Jawa dan mendirikan pesantren di Kota Gresik.

Gresik United mengambil inspirasi dari filosofi hidup Sunan Giri, mencerminkan semangat pasukan yang berjuang untuk meraih kemenangan, sekaligus membangkitkan identitas kota mereka.

Namun, perjalanan Gresik United tidak selalu bersinar. Musim ini, kegagalan mencapai semifinal Liga 2 menyisakan duka mendalam bagi para pemain dan pelatih, terutama pelatih Agus Indra Kurniawan. Dalam laga penentu di Stadion Gawalise, Gresik United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persipal Palu, dengan gol dicetak oleh Dinas Sukarno (menit ke-67) yang tidak cukup untuk membawa timnya ke babak berikutnya.

Agus Indra Kurniawan, dengan suara terbata-bata dan mata memerah, menyatakan apresiasi terhadap perjuangan pemainnya meskipun kegagalan tersebut menyakitkan. Tim hanya berhasil mengumpulkan 8 poin dari 6 pertandingan di Grup Z babak 12 besar, dan impian untuk melangkah ke babak semifinal pupus begitu saja.

"Saya mengapresiasi perjuangan pemain di lapangan. Kami sempat unggul dulu, tapi karena pemain kurang fokus. Persipal akhirnya menyamakan kedudukan 1-1," ujar Agus Indra dengan rasa kecewa yang mendalam dilansir dari Radar Gresik.

Bek Gresik United, Birrul Walidain, juga mengungkapkan kesedihannya karena tidak mampu membawa timnya melangkah lebih jauh. Permintaan maaf kepada masyarakat Gresik dan manajemen menjadi ungkapan rasa menyesal atas kegagalan tersebut.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat Gresik serta manajemen karena belum bisa membawa Gresik United lolos ke babak selanjutnya," ungkap Birrul Walidain, menambahkan lapisan kekecewaan di antara para pemain.

Sementara itu, pelatih Persipal, Syamsudin Batola, memberikan penghargaan kepada pemainnya yang tetap berjuang mati-matian meskipun peluang ke babak semifinal sudah tertutup. "Angkat topi terhadap pemain yang sudah bermain fight tanpa lelah menghadapi Gresik United," pungkas Syamsudin Batola, memberikan apresiasi fair play di tengah kekecewaan.

Duka ini menjadi titik terendah bagi Gresik United, sebuah klub yang telah merasakan kejayaan dan kebangkitan sepanjang sejarahnya. Dari kasta tertinggi Liga Indonesia pada awal berdiri hingga keterpurukan di Liga 3, perjalanan Laskar Joko Samudro terus menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia.

Sejarah panjang klub ini, terutama perubahan julukan hingga mencapai Laskar Joko Samudro, menjadi bagian dari identitas dan filosofi yang diusung oleh Gresik United. Dengan mengambil nama Sunan Giri, klub ini berharap dapat menjalani perjalanan yang penuh semangat dan inspiratif, seperti Sunan Giri yang senantiasa menyebarkan nilai-nilai Islam dan mendirikan pesantren.

Namun, realitas kegagalan di Liga 2 musim ini menjadi pukulan keras bagi Laskar Joko Samudro. Pelatih, pemain, dan seluruh elemen klub merasakan kekecewaan mendalam, terutama karena harapan besar yang diemban oleh tim. Meskipun demikian, semangat untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan tetap menjadi bagian dari identitas klub ini.

Sebagai bagian dari masyarakat Gresik, dukungan dan semangat untuk Gresik United tetap mengalir, meskipun saat ini terasa kepedihan yang mendalam. Sejarah sebutan Laskar Joko Samudro bagi Gresik United, dari awal hingga kini, menggambarkan perjalanan panjang dan penuh liku-liku dalam dunia sepak bola Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore