Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Oktober 2022 | 06.48 WIB

Wawancara dengan Pelatih Persebaya Aji Santoso: Hati Saya Hancur

Ekpresi kekecewaan pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso usai dikalahkan Persikabo 1973 di stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/7/2022). Laga tersebut dimenangkan Persikabo 1973 dengan skor 1-0. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA PO - Image

Ekpresi kekecewaan pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso usai dikalahkan Persikabo 1973 di stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/7/2022). Laga tersebut dimenangkan Persikabo 1973 dengan skor 1-0. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA PO

JawaPos.com-Aji Santoso akhirnya bisa mengakhiri kutukan Persebaya Surabaya yang tak pernah menang di Malang dalam 23 tahun terakhir.

Namun, Aji tak bisa bereuforia. Sebab, ada tragedi yang sangat memilukan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Bagaimana kondisi Aji setelah pertandingan? Berikut petikan wawancaranya dengan Jawa Pos.

Coach Aji, bagaimana kondisinya setelah dievakuasi menggunakan kendaraan taktis (rantis) polisi seusai laga melawan Arema FC?

Alhamdulillah tidak ada apa-apa. Rumah dan ASIFA juga alhamdulillah tidak ada masalah pasca kejadian semalam (1/10).

Coach Aji, bisa diceritakan bagaimana kronologi skuad Persebaya yang sempat tidak bisa keluar kawasan Stadion Kanjuruhan setelah masuk truk rantis?

Jujur ya, Mas, setelah masuk ke rantis itu saya tidak tahu sama sekali ada apa di luar. Ada apa di dalam stadion. Kami memang tertahan di rantis, tapi tidak ada masalah apa-apa.

Suporter tidak menyerang kami. Ributnya kan di dalam stadion. Karena itu, saya kaget ketika banyak korban meninggal.

Apakah Coach Aji sempat terpikir bahwa laga Arema FC melawan Persebaya bakal berakhir ricuh?

Sama sekali tidak. Saya tidak pernah terpikirkan akan ada kerusuhan seperti itu.

Sebagai pelatih Persebaya, apa komentar Coach Aji melihat banyaknya korban meninggal setelah pertandingan?

Yang pasti, saya sangat bersedih dengan kejadian tersebut. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kali terakhir. Nyawa jauh lebih berharga daripada sepak bola. Sudah saatnya kita semua lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.

Mudah-mudahan peristiwa ini jadi pelajaran untuk kita semua, pencinta sepak bola di seluruh Indonesia.

Sebagai warga asli Malang, bagaimana perasaan Coach tentang banyaknya Aremania dan warga Malang yang menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Sabtu malam lalu?

Hati saya hancur melihat kejadian semalam. Saya sangat kasihan terhadap yang menjadi korban. Sekali lagi, kejadian ini tidak boleh terulang. Nyawa jauh lebih berharga daripada sepak bola.

Sudah waktunya semua suporter memikirkan tentang kemanusiaan daripada sekadar rivalitas. Mari semua berpikir jernih untuk kebaikan. Saya mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga sabar yang ditinggalkan dan semoga diterima semua amal baiknya.

Presiden Joko Widodo sudah meminta agar kompetisi Liga 1 dihentikan sementara. PT LIB juga sudah mengeluarkan rilis Liga 1 akan dihentikan selama sepekan. Apakah Coach Aji setuju dengan kebijakan itu?

Ya, menurut saya untuk menghormati peristiwa memilukan dan sangat menyedihkan ini, saya setuju jika diberhentikan sementara sampai evaluasi dijalankan.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore