
Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang.
JawaPos.com - Keributan sempat terjadi di pinggir lapangan dalam laga tunda pekan ke-20 Liga 1 Indonesia 2023/24 antara Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang. Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, terlihat tidak terima dengan keputusan wasit Ginanjar Latief di waktu injury time babak kedua, memprotes keras pelanggaran pemain Persebaya Surabaya yang dianggap terlalu keras. Insiden ini membuat pertandingan berhenti sejenak, membuang waktu percuma yang sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh Persebaya Surabaya untuk mengejar gol tambahan.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1, di mana gol dicetak oleh Taisei Marukawa dari PSIS Semarang dan Andre Oktaviansyah dari Persebaya Surabaya. Hasil imbang ini menandai kegagalan Persebaya Surabaya untuk mematahkan mitos 10 laga tanpa kemenangan dalam kompetisi ini.
Di pinggir lapangan, Yoyok Sukawi terlihat marah-marah dan melakukan protes kepada wasit Ginanjar Latief. Suasana panas ini tidak hanya dirasakan oleh para pemain dan official di lapangan, tapi juga menciptakan gelombang reaksi di kalangan suporter.
Dilansir dari akun Instagram Bonek Liar Mojokerto, suporter Persebaya Surabaya, ada yang memberikan komentar-komentar kocak terkait aksi protes Yoyok Sukawi. Salah satu komentar dari akun @riyo_imam99 menulis, "Dinio Iki poseng kabe ," yang dapat diartikan sebagai ungkapan sindiran tentang kondisi yang panas di lapangan.
Tak ketinggalan, @yogaprtmaaaaaaa ikut memberikan reaksi, "Wes poseng ditambahi poseng ." Mungkin kata-kata tersebut mencerminkan kekecewaan suporter terhadap situasi yang membuat pertandingan menjadi terhenti dan kurang seru.
Seorang suporter dengan akun @refa7372 berkomentar, "Dino iki portes keslimpet rambute," memberikan gambaran jalannya pertandingan di mana Carlos Fortes tidak bisa memanfaatkan peluang PSIS Semarang menjadi gol.
Reaksi lainnya datang dari @pharisvan_, "Di pelorok i coach Benny ciut yok Yoyok." Komentar tersebut memberikan gambaran bahwa situasi di lapangan membuat pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny, merasa tidak perlu melakukan hal tersebut dan berusaha mengingatkan Yoyok Sukawi.
Suporter dengan akun @pratamatam303 memberikan pandangan yang lebih luas terkait performa Persebaya Surabaya, "Persebaya ama Persija kaga beres doyan nya seri trus cuman mau gmna lagi maenya ajah begitu ." Komentar ini mencerminkan kekecewaan suporter atas rentetan hasil seri yang mungkin dianggap kurang memuaskan.
Dengan berbagai reaksi dan komentar dari suporter yang beragam, terlihat bahwa kejadian di lapangan tidak hanya menciptakan kericuhan di antara pemain dan official, tetapi juga menggelitik emosi para pendukung yang hadir di tribun. Situasi ini menjadi semacam klimaks dari kekecewaan yang terus terakumulasi di antara suporter Persebaya Surabaya yang belum melihat tim kesayangan mereka menang dalam 10 pertandingan terakhir.
Kisruh di lapangan antara PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya menjadi bumbu-bumbu menarik di laga Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang. Keputusan kontroversial wasit, protes keras dari Yoyok Sukawi, dan reaksi suporter yang tak kalah menggebu menciptakan atmosfer panas di lapangan.
Pertandingan yang seharusnya menjadi panggung pertunjukan sepakbola berkualitas malah terhenti sejenak oleh ketegangan tersebut. Sebuah ironi mengingat Persebaya Surabaya berkeinginan mengejar gol tambahan di waktu injury time, tapi yang terjadi justru kericuhan di pinggir lapangan.
Hasil akhir pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 juga menambah catatan buruk bagi Persebaya Surabaya yang belum mampu meraih kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir. Mitos 10 laga tanpa kemenangan semakin menggantung di atas kepala tim, dan kekecewaan suporter semakin meluas.
Sejumlah pertanyaan mengemuka seiring dengan berakhirnya pertandingan yang penuh drama ini. Publik sepakbola Indonesia tentu akan terus mengikuti perkembangan selanjutnya dan melihat apakah Persebaya Surabaya mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin terpuruk dalam mitos tanpa kemenangan yang mereka alami.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
