Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Agustus 2022 | 06.00 WIB

Pasca Kena Denda Rp 170 Juta, Arema Berharap Kesadaran Aremania

DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG MELANGGAR ATURAN: Aremania menyalakan flare saat Arema FC menghadapi PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan. - Image

DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG MELANGGAR ATURAN: Aremania menyalakan flare saat Arema FC menghadapi PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan.

JawaPos.com-Arema FC menerima surat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kemarin. Surat itu berisi pemberitahuan denda terbesar Rp 170 juta.

Denda tersebut akibat dari apa yang terjadi di laga kandang melawan PSS Sleman (5/8).

Ada tiga sanksi yang dijatuhkan komdis kepada juara Piala Presiden 2022 itu. Pertama adalah adanya flare yang menyala di tribun utara dan selatan. Akibatnya, denda sebesar Rp 100 juta diberikan.

Selain flare, ada pelemparan air mineral ke lapangan. Setidaknya ada dua kali pelemparan yang diarahkan ke pemain PSS Sleman.

Alhasil, dari pelemparan itu, tambahan denda yang harus dibayarkan adalah Rp 50 juta. Lalu, dari mana asal denda tambahan Rp 20 juta?

Denda itu datang akibat ulah suporter Arema FC yang menembakkan petasan ke hotel skuad PSS menginap. Itu terjadi satu malam sebelum kickoff dimulai.

Manajemen menyayangkan aksi oknum suporter yang membuat Singo Edan diganjar denda Rp 170 juta. Apalagi, kompetisi baru memasuki pekan keempat.

’’Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Kami terus mengimbau (pihak keamanan), kalau perlu menindak tegas hal-hal yang berpotensi munculnya pelanggaran dan berakibat pada kerugian pada klub,’’ tegas Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris.

Ketegasan dari pihak keamanan dan panpel akan dilakukan untuk menyelamatkan jalannya laga.

Haris tidak mau ada kejadian serupa yang mengakibatkan sanksi lebih berat.

’’Kami harus berpikir kemungkinan terburuk akibat adanya pelanggaran ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan adanya hukuman pengosongan tribun, bahkan pertandingan usiran. Ini yang sangat kami khawatirkan. Jadi, sekali lagi, kami mohon kepada suporter untuk menghentikan aksi-aksi yang bisa menjurus pada sanksi dan denda,” ujarnya.

Haris menyebut tindakan tegas dari pihak keamanan tidak akan berjalan mulus tanpa kesadaran suporter. Pihaknya kini mencoba membangun kesadaran suporter agar tidak melakukan tindakan yang memicu sanksi.

’’Hal utama yang harus dibangun adalah kesadaran. Seketat apa pun pengamanan dengan jumlah personel yang banyak pun, hal itu tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dari suporter,’’ ucap Haris.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore