
PANTANG MENYERAH: Sergio Silva meluapkan kegembiraan setelah berhasil mencetak gol penentu kemenangan untuk Arema FC tadi malam. ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com-Ketika winger PSIS Semarang Taisei Marukawa mencetak gol pada menit ke-75, suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, langsung terdiam.
Tetapi, tidak demikian para pemain Arema FC. Johan Alfarizi dkk justru melakukan respons dengan cepat. Mereka tampil menekan.
Skuad berjuluk Singo Edan itu pun berhasil membalas empat menit kemudian lewat gol Ilham Udin Armayn. Serangan Singo Edan terus mengalir. Arema pun secara dramatis berhasil membalikkan keadaan tepat pada menit ke-90+5 lewat gol Sergio Silva.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengapresiasi perjuangan anak didiknya. Meski tertinggal lebih dahulu, Arema berhasil meraih kemenangan dalam laga pekan kedua Liga 1.
”Ini pertandingan sulit, tapi kami terus berusaha sampai akhir. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan. Kami menunjukkan bahwa kami ingin menang," kata Almeida seusai laga.
Ya, hasil tersebut mampu mematahkan salah satu rekor negatif Arema awal musim ini, yaitu belum pernah menang ketika tertinggal lebih dulu.
Tercatat, dalam dua pertandingan melawan PSM (11/6) di Piala Presiden dan Borneo FC (24/7) di Liga 1, Arema gagal membalikkan keadaan. Singo Edan menderita kekalahan 0-1 saat melawan PSM dan 0-3 dari Borneo FC.
Di sisi lain, pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre sebenarnya cukup puas dengan permainan anak didiknya. Sampai gol Taisei tercipta, para pemain PSIS berhasil mengaplikasikan segala instruksi dengan baik. ”Kami bertahan dengan baik, melakukan counterattack dengan baik," ucap Sergio.
Hanya, lini pertahanan PSIS yang digalang Alie Sesay, Syiha Budin, dan Alfeandra Dewangga tidak dapat mengantisipasi satu kelebihan Arema: set piece. Situasi kemelut di gol pertama tercipta karena tendangan bebas. Sedangkan gol kedua Arema berawal dari sepak pojok.
”Kami sudah tampil baik. Kami tidak kehilangan konsentrasi, tapi kebobolan melalui set piece," sesal dia.
Selain itu, Sergio mengakui, absennya Carlos Fortes berpengaruh besar pada performa tim. Dia masih harus meraba-raba skema terbaik Laskar Mahesa Jenar tanpa Fortes. Meski dibawa ke Malang, Fortes tidak didaftarkan di susunan pemain karena belum pulih dari cedera hamstring.
”Kami kehilangan Fortes. Dia pemain bagus," kata Sergio. ”Jadi, kami harus mencoba satu taktik, lalu mencoba taktik lainnya. Untuk menjadi hasil yang baik itu butuh waktu," imbuhnya.
Kekalahan tersebut menjadi alarm bagi Sergio. Sebab, pada laga sebelumnya, Laskar Mahesa Jenar hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan RANS Nusantara FC (23/7). Meski begitu, Sergio berharap suporter tetap mendukung Hari Nur Yulianto cs.
”Saya ingin berterima kasih kepada suporter. Datang ke sini mendukung kami. Mungkin suporter tidak senang dengan hasil ini, suporter tidak mendukung saya. Tapi, kami akan tetap berjuang dan tetap dukung pemain karena kami butuh dukungan suporter," tuturnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
