
Yogi Triana terus berada di bawah bayang-bayang Teja Paku Alam.
JawaPos.com - Kiper muda Teja Paku Alam belum tergeserkan sebagai palang pintu terakhir Sriwijaya FC. Penampilan apik jebolan Sriwijaya FC U21 itu menggeser dua penjaga gawang lain Laskar Wong Kito, Yogi Triana dan Try Hamdani Goentra.
Pelatih kiper Sriwijaya FC Hendro Kartiko, mengungkapkan alasan belum tergesernya posisi Teja Paku Alam. Menurut salah satu legenda penjaga gawang Timnas Indonesia itu, sekarang belum ada alasan kuat untuk memarkirkan posisi Teja di skuad Jersey kuning.
"Teja dalam penampilan top performanya. Jadi memang, untuk sekarang dia yang paling siap mengawal gawang Sriwijaya FC," ungkap Hendro Kartiko.
Sambung Hendro, bukan berarti persaingan sudah mati. Baik Yogi dan Try masih punya kesempatan untuk bersaing menjadi kiper utama tim. "Tidak lah, kita memberikan materi latihan pada seluruh pemain itu sama. Tidak ada yang kurang atau lebih, jadi tinggal pemainnya itu sendiri yang mau berusaha lebih aja," ungkapnya.
"Saya juga tidak bilang, kalau Teja punya level jauh dengan Yogi atau Try. Bagi saya tiga kiper kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," sambungnya.
Mengenai sosok Yogi Triana yang kini di bawah bayang-bayang Teja, padahal secara pengalaman lebih senior, Hendro membantah ada pengaruh postur.
"Secara postur Yogi cukup ideal sebagai penjaga gawang. Tetapi memang untuk penjaga gawang sekarang lebih banyak yang punya postur kecil, mungkin lebih lincah. Tetapi bagi saya, postur tidak terlalu bermasalah, tinggal bagaimana mereka memupuk mentalnya masing-masing saja," pungkasnya. (cj11/ion/ira/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
