
Shin Tae Yong optimistis dapat membawa timnya bisa tampil mengejutkan di Grup D Piala Asia. (PSSI)
JawaPos.com – Rayhan Hannan berhasil merangsek masuk ke final third Turkmenistan dari sisi kiri, dia kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti, di sana sudah ada Arhan Pratama yang siap menyundul bola ke gawang.
Sundulan Arhan Pratama berhasil mengoyak jala Turkmenistan yang dikawal Ahallyyev Rustem. Arhan Pratama kemudian berlari ke tepi lapangan untuk berselebrasi dan meluapkan emosi bersama teman-temannya.
Gol yang dicetak oleh Ivar Jenner dan Arhan Pratama memastikan tim berjuluk Garuda Muda itu berhasil mengalahkan Turkmenistan U-23 dengan skor 2–0 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/9).
Kemenangan Garuda Muda tersebut juga mengantarkan mereka lolos ke Piala Asia U-23 2024 di Qatar. Lolosnya Garuda Muda ke Piala Asia juga menjadi catatan manis Shin Tae-yong semenjak ditunjuk sebagai pelatih kepala oleh mantan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pada Desember 2019.
Tiga generasi timnas Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia di bawah komando Shin Tae-yong, namun suara-suara kritik tidak benar-benar lenyap dari telinganya. Kritik-kritik yang dilontarkan menganggap bahwa capaian yang diraih olehnya tidak berarti apa-apa tanpa sebuah trofi.
Sepanjang perjalanan karir Shin Tae-yong sebagai pemain dan pelatih, dia merupakan salah satu legenda hidup sepak bola Korea Selatan. Dia berhasil mencatatkan kesuksesan baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sebagai pemain, Shin Tae-yong berhasil menyabet enam gelar K-League 1 bersama Seongnam Ilhwa Chunma pada musim 1993, 1994, 1995, 2001, 2002, dan 2003. Sedangkan sebagai pelatih, Shin Tae-yong juga berhasil mengantarkan Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia pada 2010 dan Piala FA Korea Selatan pada 2011.
Di luar perolehan trofi, sepak terjangnya ketika menahkodai timnas Korea Selatan U-23 saat berhasil masuk sampai ke perempat final Olimpiade Rio 2016 membuatnya dipercaya menjadi asisten pelatih timnas senior Korea Selatan, membantu Uli Stielike.
Pasca Uli Stielike dipecat di tengah Kualifikasi Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong ditunjukkan menjadi pelatih kepala timnas senior Korea Selatan. Dia berhasil mengantarkan Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2018 dan mengalahkan juara bertahan Jerman dua gol tanpa balas.
Catatan panjang ini menunjukkan bahwa Shin Tae-yong baik sebagai pemain dan pelatih sudah sangat akrab dengan kesuksesan dan perolehan trofi. Tapi, kenapa di timnas Indonesia sampai saat ini tak kunjung mempersembahkan trofi untuk rakyat Indonesia?
Salah satu variabel yang hilang dari kesuksesan Shin Tae-yong bersama timnas Korea Selatan yang kemudian tidak mudah direplikasi ke timnas Indonesia adalah sistem sepak bola nasional.
Kesuksesan Shin Tae-yong bersama timnas Korea Selatan tidak bisa lepas dari sistem sepak bola nasional Korea Selatan. Jika kita menelisik lebih jauh lagi, klub-klub dari K League berhasil menunjukkan tajinya di kancah tertinggi sepak bola Asia.
DNA ASIA Korea Selatan baik dari prestasi klub maupun negara. (JawaPos.com/Moch. Rizky Pratama Putra)
Data Liga Champions Asia mulai dari tahun 1967 sampai 2022 menunjukkan bahwa Korea Selatan adalah negara yang konsisten mengirimkan wakilnya ke partai final sejak Liga Champions Asia edisi 1969 sampai 2022.
DNA Liga Champions Asia menunjukkan bahwa Korea Selatan adalah negara yang paling sering mengirim klubnya untuk menjadi juara Liga Champions Asia dengan raihan 11 gelar juara. Korea Selatan juga masuk dalam 3 besar negara yang paling sering mengirimkan klubnya menjadi runner-up sebanyak 6 kali.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
