
wasit Musthofa Umarella yang memimpin laga Persebaya melawan Persela Lamongan
JawaPos.com-Performa wasit di Liga Indonesia mendapat sorotan. Berkali-kali mereka membuat kesalahan fatal saat memimpin pertandingan.
Merespons hal tersebut, PSSI berencana menugaskan asisten wasit tambahan (wasit kelima dan keenam) mulai seri IV BRI Liga 1 2021–2022 dan semifinal Liga 2 2021. Dua tambahan asisten wasit itu akan berada di tiap garis gawang.
Namun, sebelum melaksanakan hal itu, PSSI akan bersurat dan menunggu approval dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, sebelum ditugaskan, asisten wasit tambahan dikursuskan lebih dulu agar mereka siap bertugas di seri IV BRI Liga 1 di Pulau Bali yang dimulai pada 5 Januari 2022 dan semifinal Liga 2.
Selain itu, PSSI bakal mendatangkan direktur teknik wasit dari luar negeri yang direkomendasikan AFC. Tugasnya adalah mengevaluasi dan merekomendasikan wasit dalam pertandingan Liga 1.
”Jadi, dengan asisten wasit tambahan ini dan mengontrak direktur teknik wasit, kesalahan-kesalahan wasit yang selama ini kita lihat bisa diminimalisasi dan dievaluasi. PSSI ingin ada perubahan signifikan terhadap sepak bola Indonesia,” ujar Iwan Bule, sapaan Mochamad Iriawan.
Seperti diketahui, dalam pertandingan sepak bola terdapat perangkat pertandingan yang terdiri atas 1 wasit tengah, 2 asisten wasit, dan 1 wasit cadangan. Maka, ke depan PSSI menambah asisten wasit tambahan.
Hal itu tidak melanggar peraturan permainan. Hal tersebut dilakukan sambil menunggu penerapan VAR (video assistant referee) di kompetisi sepak bola Indonesia.
Sementara itu, menanggapi wasit Musthofa Umarella yang sudah terlihat bertugas sebagai wasit cadangan saat Arema FC melawan Barito Putera di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (23/11) malam, Ketua Komite Wasit Ahmad Riyadh mengatakan bahwa Musthofa sudah diistirahatkan selama empat pertandingan. Mulai berlaku setelah Musthofa memimpin Persebaya vs Persela (21 Oktober).
”Diistirahatkan empat pekan dan sudah berakhir di game ke-12. Dia dicoba di pembinaan lewat wasit cadangan. Jadi, istilahnya pembinaan. Hukuman itu disiplin lewat komdis kalau dia melanggar. Ini kan kesalahannya saat itu karena posisinya tidak melihat. Dia terhalang seperti itu,” bebernya.
Riyadh menjelaskan alasan saat menjatuhkan hukuman menggunakan bahasa hingga waktu yang belum ditentukan lantaran menjaga psikologis wasit.
”Dia manusia dan memang punya salah. Tapi, kalau setelah diperiksa kesalahannya nonteknis seperti dipengaruhi atau match fixing, ya dipecat. Ini kan kesalahannya human error. Posisi bola dia sejajar dengan dua pemain sehingga tidak kelihatan,” terangnya.
Riyadh melanjutkan, sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan Musthofa kembali menjadi wasit utama di pertandingan Liga 1. ”Hasil pembinaannya nanti dilihat. Sudah empat kali tidak memimpin. Dievaluasi lagi. Kalau sudah bagus, dicoba,” katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
