Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 22.57 WIB

Imbas Kericuhan Antar Penonton, PSIS Semarang Akan Buat Aplikasi Pembelian Tiket Secara Online

Kericuhan antar pendukung PSIS dengan PSS Sleman sempat mengakibatkan luka pada kepala CEO PSIS, A.C. Sukawijaya. - Image

Kericuhan antar pendukung PSIS dengan PSS Sleman sempat mengakibatkan luka pada kepala CEO PSIS, A.C. Sukawijaya.

JawaPos.com - Manajemen PSIS Semarang akan memperketat penjualan tiket pertandingan sebagai salah satu evaluasi dari laga Liga 1 Indonesia menghadapi PSS Sleman, Minggu (3/12).

Seperti diketahui, laga tersebut berakhir ricuh. Pertandingan itu juga tuntas dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan PSIS Semarang.

"Kami akan evaluasi menyeluruh," tegas CEO PSIS Semarang A.S. Sukawijaya, Senin (4/12) seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, langkah pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi panitia pelaksana pertandingan.

Selanjutnya, akan dibuat aplikasi pembelian tiket yang terintegrasi secara daring maupun luring, agar oknum-oknum penonton tanpa tiket tidak bisa lagi masuk stadion.

"Nanti akan ada aplikasi PSIS yang di dalamnya ada fitur pembelian tiket," ungkapnya.

Sukawijaya juga menjelaskan selain mencegah penonton tanpa tiket, aplikasi tersebut nantinya dapat meminimalisir pembelian tiket oleh pendukung tim tamu atau suporter yang sering berbuat onar.

"Pendukung tim tamu atau suporter yang sering berbuat anarkis nanti akan sulit beli tiket," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panpel PSIS Semarang Agung Buwono menyebut akan berdiskusi dengan manajemen tentang penonton yang terlibat ricuh saat akhir laga PSIS melawan PSS Sleman.

"Akan kami bahas dengan manajemen, apakah akan ada sanksi untuk kelompok suporter yang berbuat anarkis," katanya.

Sebelumnya, pertandingan PSIS Semarang yang menjamu PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang berakhir dengan kericuhan antar penonton.

Agung menjelaskan awal mula kericuhan dipicu saling ejek antara pendukung PSIS Semarang, Snex, yang berada di tribun utara dengan pendukung PSS Sleman yang berada di tribun barat.

Agung bersama Sukawijaya sempat mendatangi tribun Snex agar menghentikan aksinya, namun tidak dihiraukan hingga berujung kericuhan.

Sukawijaya bahkan mengalami luka di bagian kepala yang diduga akibat terkena lemparan batu saat kericuhan berlangsung.

Agung menyebut setidaknya sekitar 1.600 orang pendukung PSS Sleman datang ke Stadion Jatidiri Semarang, meskipun sebenarnya sudah ada larangan untuk datang sesuai regulasi Liga 1.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore