Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Desember 2023 | 19.53 WIB

Rans Nusantara vs Persebaya Surabaya: Ajang Pembuktian Debutan

ADU TAJAM: Paulo Henrique siap membuktikan kapasitasnya sebagai striker andal. Sementara itu, Evandro Brandao kembali menjadi andalan RANS Nusantara FC untuk membobol gawang lawan. - Image

ADU TAJAM: Paulo Henrique siap membuktikan kapasitasnya sebagai striker andal. Sementara itu, Evandro Brandao kembali menjadi andalan RANS Nusantara FC untuk membobol gawang lawan.

JawaPos.com - Perubahan skuad dilakukan Persebaya Surabaya di putaran kedua Liga 1 2023–2024. Antara lain dengan mencoret tiga pemain asingnya. Yaitu, Sho Yamamoto, Paulo Victor, dan Ze Valente. Posisi mereka digantikan Yan Victor, Robson Duarte, dan Paulo Henrique.

Apakah datangnya tiga pemain asing baru itu mampu mendongkrak performa Green Force? Itu akan terbukti ketika Persebaya menantang RANS Nusantara FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sore nanti (siaran langsung Indosiar pukul 15.00 WIB).

Karteker pelatih Persebaya Uston Nawawi menyatakan bahwa para pemain baru dalam kepercayaan diri tinggi.

Chemistry dengan pemain lama mulai terjalin. ”Kami diuntungkan dengan adanya dua laga tunda. Jadi, kami punya persiapan lebih. Mudah-mudahan itu jadi modal untuk mengamankan poin,” kata Uston.

Dari tiga nama pemain impor anyar, hanya Yan Victor yang sudah melakoni debut. Sementara Paulo dan Duarte belum pernah tampil.

Dan, kehadiran dua pemain itu akan membuat Green Force memiliki trio Brasil di lini depan. Paulo dan Duarte akan bertandem dengan top scorer klub dengan 8 gol: Bruno Moreira. Duarte mengaku sudah tidak sabar berkolaborasi dengan kolega senegaranya.

”Saya yakin dengan rekan baruku, apalagi yang sama-sama dari Brasil. Tim ini (Persebaya) akan jadi lebih kuat di kompetisi,” kata winger 30 tahun itu.

Paulo Henrique juga demikian. Dia mengaku siap habis-habisan di laga debut. ”Saya tahu ini laga sulit, tapi kami ingin mendapat tiga poin,” terang mantan striker Persiraja Banda Aceh itu.

Uston senang dengan semangat para penggawa anyar timnya. Meski baru saja menelan quat-trick kekalahan, Uston yakin misi bangkit bisa terwujud.

”Karena psikologis pemain nggak ada masalah sama sekali. Semua bertekad membawa nama baik Persebaya. Persebaya ini tim besar. Kalau menang, itu hal biasa. Tapi, kalau kalah, itu baru jadi hal luar biasa,” beber pelatih 46 tahun itu.

Kemenangan sekaligus bakal mengakhiri rasa penasaran Green Force. Sejak RANS promosi ke Liga 1 musim lalu, sudah tiga kali kedua tim bertemu. Hasilnya, Persebaya belum pernah menang. Mereka menelan satu kekalahan dan dua hasil imbang.

Untungnya, tuan rumah juga dalam kondisi kurang ideal. RANS belum pernah menang dalam empat laga pemungkas. Mereka menelan dua kekalahan dan dua hasil imbang.

Perombakan pemain itulah yang membuat Eduardo Almeida cemas. Pelatih RANS itu menganggap kehadiran pemain baru membuat kekuatan Green Force sulit dipelajari.

”Persebaya melakukan banyak perubahan sehingga itu membuat kami sulit untuk memprediksi apa yang akan mereka (Persebaya) bawa dalam game nanti,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.(gus/c19/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore