Debut Josep Gombau bersama Persebaya dihancurkan Madura United.
JawaPos.com – Josep Gombau menjalani debut negatif di Persebaya Surabaya. Bertandang ke Stadion Gelora Bangkalan, Madura, kemarin sore, Green Force takluk dengan skor mencolok 0-3 di tangan tuan rumah Madura United.
Hasil minor itu tak hanya memutus torehan gemilang Persebaya saat ditangani Uston Nawawi sebagai karteker pelatih (4 kali menang dan 1 kali seri), tapi juga menodai rekor Persebaya dalam derbi Suramadu. Sebab, itu menjadi kekalahan perdana Green Force setelah delapan laga sebelumnya tidak terkalahkan (6 kali menang dan 2 kali seri).
Gombau justru meneruskan tren negatif. Yaitu, kutukan pelatih debutan. Sejak promosi ke Liga 1, ada empat pergantian pelatih yang dilakukan Green Force. Tidak ada pelatih baru yang menjalani debut dengan kemenangan. Catatannya, 2 kalah dan 2 imbang. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi masalah dalam laga kemarin?
”Kami terlalu cepat terkena penalti. Dan gol dari penalti itulah yang mengubah jalannya laga,” kata pelatih asal Spanyol itu. Green Force sudah dihukum penalti ketika laga baru berjalan dua menit. Dusan Stevanovic melanggar Francisco Rivera di kotak terlarang. Eksekusi Hugo ”Jaja” Gomes berhasil menjebol gawang Andhika Ramadhani.
Kondisi itu terulang di babak kedua. Baru tiga menit berjalan, Green Force kembali kebobolan melalui tendangan jarak jauh Lulinha (48’). ”Di babak pertama, kami kebobolan terlalu cepat. Saat mencoba bangkit, kami kebobolan cepat lagi di babak kedua. Itu benar-benar mengubah ritme permainan. Dan akan jadi bahan evaluasi ke depan,” kata kapten Persebaya Reva Adi.
Lalu, posisi kiper juga harus diganti. Andhika mengalami cedera pada menit ke-33. Posisinya digantikan Aditya Arya. Itu menjadi debut kiper 19 tahun tersebut di Liga 1. Gombau memaklumi jika Aditya kebobolan dua gol di laga debutnya. ”Sulit untuk kiper muda bermain melawan tim terbaik di Liga 1, apalagi ini laga away,” ujar pelatih 47 tahun itu.
Gol pemungkas Madura United dicetak Junior Brandao pada menit ke-83. Melakoni debut buruk, Gombau ogah larut dalam kesedihan. ”Saya juga baru dua hari memimpin tim. Kemudian langsung melawan tim terbaik di kompetisi ini. Yang jelas, ini jadi bahan evaluasi. Kami akan fokus menatap laga selanjutnya melawan Arema FC (23/9),” beber mantan pelatih Adelaide United itu.
Bagi tuan rumah, hasil tersebut begitu istimewa. Sebab, mereka untuk kali pertama menang atas Green Force sejak 2019. ”Yang pasti, saya sangat senang karena bisa menjadi bagian dalam sejarah pecah telur ini. Di setiap kompetisi pasti ada laga derbi. Dan histori buruk itu akhirnya pecah,” beber pelatih Madura United Mauricio Souza.
Souza memuji penampilan anak asuhnya yang luar biasa. Apalagi, mereka sudah menunjukkan determinasi tinggi sejak menit awal. ”Saya pikir Madura United konsisten dalam laga kali ini. Pemain juga punya momentum yang tepat saat melakukan serangan dan dalam bertahan,” ujarnya. Meski senang, dia meminta pemainnya untuk tidak jemawa. ”Kami harus fokus ke tujuan kami untuk masuk ke final four,” tuturnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
