Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 13.26 WIB

Jaino Dituding Jadi Penyebab Dua Pemain Persiba Membelot ke PBFC

Abdul Aziz dan Heri Susanto semula bakal dipertahankan Persiba Balikpapan. - Image

Abdul Aziz dan Heri Susanto semula bakal dipertahankan Persiba Balikpapan.

JawaPos.com - Kabar kepindahan dua pemain muda Persiba Balikpapan, Abdul Aziz dan Heri Susanto, ke Pusamania Borneo FC (PBFC) benar-benar menghebohkan publik Bumi Etam. Bukan sekadar dilatari rivalitas kedua tim, melainkan komitmen yang sempat dilontarkan keduanya untuk Beruang Madu.


Dari penuturan Direktur Olahraga Persiba Jamal Al Rasyid, dua pemain itu memiliki rencana berseragam biru-biru lagi saat tampil di kompetisi tertinggi Tanah Air untuk pertama kalinya. Bahkan, mereka berani menolak tawaran klub yang notabene berasal dari kampung halaman, Persib Bandung. Itu dilakukan Demi tetap menjadi pujaan hati Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik).


Keduanya tinggal selangkah menjadi keluarga Persiba lagi. Mereka masuk daftar 10 pemain yang mendapat rekomendasi tim pelatih untuk dipertahankan bersama Yoewanto Stya Benny, Kurniawan Kartika Ajie, Fengky Turnando, Abdul Rahman, Absor Fauzi, Iqbal Samad, Asnawi Mangkualam, dan Melkior Leideker Majefat.


Sayang, keyakinan Aziz dan Heri hanya bertahan sampai Selasa (10/1). Dalam dua hari terakhir, mereka dikabarkan merapat ke Pasukan Oranye. Ternyata, pihak ketiga yang juga mantan pelatihnya sejak junior, Jaino Matos, dipercaya menjadi penyebab hengkangnya dua pemain itu.


Pria berpaspor Brasil tersebut dituding memaksa mantan anak buahnya sejak di Diklat Persib tersebut untuk berseragam PBFC. Bahkan, tanpa memberikan informasi kepada Heri dan Aziz jauh-jauh hari. 


“Saat kami berkomunikasi, kedua pemain ini sebenarnya bingung. Dan saya memberi banyak masukan. Bagi mereka, kondisi itu sangat tidak adil karena dalam hati masih ingin di Persiba. Tapi di lain sisi, Jaino adalah orang yang sudah mengorbitkan mereka,” tutur Jamal.


Kamis (12/1) malam, dua pemain itu memberikan respons. Aziz minta izin ke PBFC, sementara Heri membangkang dan memilih bertahan bersama Beruang Madu. “Ya, saya bilang ke Aziz dan Heri, semua keputusan diserahkan kembali ke kalian. Karena kalian yang menjalani. Saya hanya memberikan nasihat dan masukan,” kenang mantan manajer Persiba yang mengantar Beruang Madu finis di peringkat ketiga di ISL 2009.


Menurut Jamal, hengkangnya pemain dari tim sudah hal yang biasa. Apalagi belum ada tanda tangan kontrak. Hanya, pihaknya menyesalkan tingkah Jaino yang melarang mantan anak buahnya kembali berseragam Persiba.


“Sebenarnya, langkah seorang pelatih membawa gerbong pemain ke tim barunya merupakan hal lumrah dalam dunia sepak bola. Bahkan, sekelas (Jose) Mourinho saja biasa membawa pemain kesayangan ketika menangani sebuah tim baru. Tapi, ini masalahnya, Jaino tidak di PBFC. Mengapa dia menaruh Aziz dan Heri di sana (PBFC, Red)?” geram Jamal.


Dia menilai, kegiatan seperti itu tidak boleh terulang. Tindakan itu merusak etika transfer pemain Tanah Air. “Untuk pengganti, saya sangat yakin pelatih baru kami (Timo Scheunemann, Red) bisa menemukan pemain yang sepadan dan mungkin lebih baik. Tapi, proses kepindahan yang seperti ini, sangat tidak baik,” tutur Jamal.


Jaino sendiri belum bisa dikonfirmasi. Pesan dan telepon tak kunjung direspons. Di sisi lain, HerSus, sapaan karib Heri Susanto ketika ditanya mengenai kabar transfer tersebut, memilih diam. “Mohon maaf, Heri tidak komentar dulu. Nanti kalau ada kabar pasti, akan saya kabari,” katanya singkat.


Sementara itu, Aziz membenarkan proses kepindahannya ke Pesut Etam, julukan PBFC. Salah satu yang mendasari keinginannya adalah menambah pengalaman. Bersama PBFC, dia yakin mendapat banyak tantangan baru. Dan, bisa membuat mental bertandingnya lebih bagus.


Terlebih, di Samarinda, ada sosok Ponaryo Astaman. Dia mengatakan ingin belajar dengan salah seorang gelandang hebat Tanah Air itu setelah setahun menimba ilmu dari Bima Sakti. “Enggak ada paksaan dari Jaino. Dia hanya memberi solusi ke saya. Aziz pindah karena PBFC adalah tim yang serius ingin menggunakan jasa Aziz,” ungkapnya.


Di skuad Pesut Etam, dia tidak memiliki target tinggi. Dia hanya ingin membuktikan kualitas dengan latihan maksimal dan membayar kepercayaan jika ditunjuk untuk tampil. “Yang pasti saya ingin berguna untuk PBFC,” tegasnya. (ndu/bby/k8/ira/JPG)


Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore