
Wasit Fu Ming pernah dikecam oleh publik sepak bola Thailand.
JawaPos.com - Ada yang menarik dari duel leg kedua semifinal Piala AFf 2016 antara Vietnam melawan Indonsia. Kabarnya, wasit Superclasico asal Tiongkok, Fu Ming, bakal menjadi pengadil dalam laga yang digelar di Stadion Nasional My Dinh, Rabu (7/12).
Fu Ming memang baru menjadi wasit FIFA sejak 2014, alias baru dua tahun. Namun, dia sudah dipercaya memimpin beberapa laga besar, termasuk duel Superclasico de las Americas 2014 antara Brasil melawan Argentina yang digelar di Beijing pada 11 Oktober 2014.
Laga itu dimenangkan Brasil asuhan Carlos Dunga dengan skor 2-0 melalui gol David Luiz dan Diego Tardelli. Sementara, Argentina yang masih dilatih Gerardo Martino, sempat memperoleh penalti pada menit ke-40, tapi gagal dimaksimalkan menjadi gol oleh Lionel Messi.
Di laga tersebut, Fu Ming mengeluarkan masing-masing dua kartu kuning untuk kedua kubu. Luiz dan Danilo di Brasil, serta Javier Mascherano dan Federico Fernandez dari pihak Argentina.
Laga-laga internasional lain yang pernah dipimpin wasit berusia 33 tahun itu antara lain Inter Milan vs Real Madrid di ajang International Champions Cup (ICC) pada 27 Juli 2015, serta Borussia Dortmund vs Manchester City pada ICC 2016.
Selain sudah banyak memimpin laga domesti di Liga Super Tiongkok, Fu Ming pun pernah menjadi pengadil untuk tim-tim asal Asia Tenggara. Sebut saja duel Kamboja vs Jepang, Afganistan vs Singapura, serta Arab Saudi vs Thailand. Semuanya merupakan laga Pra-Piala Dunia 2018.
Menariknya, saat menengar kabar duel melawan Indonesia di Hanoi akan dipimpin wasit asal Tiongkok, media Vietnam menilainya sebagai mimpi buruk. "Penunjukan wasit dari Tiongkok itu keprihatinan bagi Vietnam," tulis salah satu situs berita Vietnam, Bongdanet.vn. "Mimpi buruk di Piala AFF 2014 Malaysia bisa kambuh di Stadion My Dinh," imbuhnya.
Saat Vietnam menghadapi Malaysia pada leg pertama babak semifinal Piala AFF 2014, Vietnam, di Stadion Shah Alam, Shah Alam, Selangor, wasit asal Tiongkok, Ma Ning, sempat dinilai banyak merugikan tim tamu.
Vietnam sebetulnya menang 1-2 dalam laga itu. Namun, tim asuhan Toshiya Miura dari Jepang menganggap Ma Ning berpihak ke Malaysia. Ma Ning berulang kali meniup peluit yang merugikan Vietnam.
Salah satu keputusan Ma Ning yang merugikan itu adalah hadiah penalti kepada Malaysia yang dieksekusi Mohd Safiq pada menit ke-13, sehingga Malaysia unggul 1-0. Sejak saat itu, publik Vietnam begitu mengutuk wasit asal Negeri Tirai Bambu.
Sementara itu, di laga Vietnam versus Indonesia, Fu Ming yang akan dibantu dua asistennya, Ma Ji dan Cao Yi, serta wasit keempat Wang Di. Selearajen Subramaniam dan Kamarudin Sakhari dari Malaysia akan menjadi pemantau wasit dan pertandingan.
Fu Ming sendiri, saat memimpin duel fase grup Pra-Piala Dunia 2018, (22/09) lalu, pernah dikutuk publik Thailand yang harus menelan kekalahan kontroversial 0-1 di kandang Arab Saudi. Ketika itu, gol Arab Saudi merupakan hadiah penalti yang diberikan Fu Ming pada pengujung laga. Gelandang Sarach Yooyen pun diusir akibat kartu kuning kedua saat itu.
"Selamat untuk Arab Saudi atas kemenangan. Kedua tim bermai baik, tapi titik balik adalah ketika klaim penalti kami diabaikan dan mereka justru memperolehnya pada akhir laga. Hadiah penalti itu bukan karena pelanggaran dari salah satu pemain kami," kecam pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang ketika itu.
Selepas laga itu, para penggemar di Thailand mengecam keras Fu Ming. Media Thailand pun mempertanyakan kualitas salah satu pengadil papan atas di Tiongkok itu. Bahkan, Ketua Asosiasi Sepak Bola Thailand, Somyot Poompanmuang, pun sampai mengajukan protes ke FIFA terkait kepemimpinan pria kelahiran Nanjing pada 5 Januari 1983 itu.
Kontroversi yang mewarnai kepemimpinan Fu Ming bisa saja menjadi ancaman sekaligus keuntungan bagi Indonesia kala mencoba menjaga keunggulan agregat 2-1 pada leg kedua di kandang Vietnam.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
