
Pelatih Sevilla Luis Garcia Plaza menilai timnya kehilangan kesempatan bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah Arda Guler tidak diusir wasit. Jose Mourinho memilih tidak berkomentar sebelum melihat rekaman insiden. (Instagram/@sevillafc)
JawaPos.com - Pelatih Sevilla Luis Garcia Plaza melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya kalah 1-4 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu, Minggu (18/10).
Garcia menilai gelandang Real Madrid Arda Guler seharusnya mendapat kartu merah setelah diduga menyikut pemain Sevilla, Peque, pada menit ke-25. Menurutnya, VAR semestinya meminta wasit meninjau insiden tersebut.
“Di La Liga, terkadang Anda bermain dengan keunggulan jumlah pemain atau justru kekurangan satu pemain. Hari ini, kami seharusnya bermain dengan keunggulan jumlah pemain, 11 lawan 10, sejak menit ke-25. Mereka bahkan membuat saya kehilangan suara! Kami kehilangan kesempatan untuk bermain 11 lawan 10,” ujar Garcia kepada surat kabar Catalan, Sport, seperti dikutip Goal.com.
Garcia menduga wasit mungkin tidak melihat insiden tersebut secara langsung. Namun, dia mempertanyakan keputusan VAR yang tidak meminta pemeriksaan ulang melalui monitor di pinggir lapangan.
“Mengapa VAR tidak memanggilnya? Mungkin agar mereka tidak tertinggal sembilan poin menjelang El Clasico,” kata Garcia.
Pernyataan itu merupakan dugaan Garcia terkait keputusan perwasitan. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa VAR sengaja tidak melakukan intervensi untuk memengaruhi persaingan Real Madrid dan Barcelona.
Meski kecewa terhadap keputusan wasit, Garcia mengakui Real Madrid tampil lebih baik ketika kedua tim masih bermain dengan jumlah pemain yang sama. Namun, dia menegaskan bahwa insiden Guler berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Garcia tidak memastikan Sevilla akan menang jika bermain dengan keunggulan satu pemain. Dia hanya menyayangkan timnya tidak mendapat kesempatan menghadapi situasi pertandingan yang berbeda.
“Sebelas lawan sebelas mungkin mereka lebih baik, tetapi mereka telah merampas kesempatan kami untuk memainkan jenis permainan yang berbeda. Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak menindaklanjutinya. Peque mengatakan saat jeda bahwa dia dipukul. Itu jelas kartu merah, saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” kata Garcia seperti dikutip dari situs resmi Sevilla.
Baca Juga:Prediksi Skor Sabah vs Borussia Dortmund: Die Borussen Siap Bangkit dan Bawa Pulang 3 Poin dari Baku
Garcia juga menanggapi tajuk laporan pertandingan di situs resmi Sevilla yang menyoroti kontroversi perwasitan. Dia berharap media lain turut mengangkat persoalan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022