Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 14.01 WIB

Ikut Pantau Liga Inggris, Presiden La Liga Javier Tebas Ingin Manchester City Dihukum Berat

Presiden La Liga Javier Tebas ingin Manchester City dihukum berat. (@javier.tebas/Instagram) - Image

Presiden La Liga Javier Tebas ingin Manchester City dihukum berat. (@javier.tebas/Instagram)

JawaPos.com - Presiden La Liga Javier Tebas meminta Manchester City dihukum seberat mungkin jika terbukti melakukan pelanggaran aturan finansial dalam jangka panjang. Menurut Tebas, kasus itu harus menjadi peringatan bagi klub-klub sepak bola di seluruh Eropa. Tebas mengatakan dirinya telah memperingatkan mengenai persoalan finansial Manchester City selama bertahun-tahun. 

Tebas bahkan mengaku sudah menyampaikan kekhawatirannya mengenai klub itu pada 2017 dalam sebuah acara Soccerex. “Saya sudah menyampaikan kekhawatiran mengenai Manchester City selama bertahun-tahun. Saya melakukannya pada 2017 di Soccerex. Saya mengatakan hal itu saat itu dan baik City maupun Premier League tidak menyukainya,” ujar Tebas dikutip dari Reuters.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela Peak Performance & Health Summit di London, Tebas menilai persoalan Manchester City tidak hanya berkaitan dengan sepak bola Inggris. Menurutnya, kasus itu memiliki dampak lebih luas terhadap upaya menjaga keberlanjutan dan integritas kompetisi di Eropa.

“Manchester City telah menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang berlangsung sejak 2009. Kami berusaha membuat sepak bola berkelanjutan dan bersih di semua kompetisi. Seperti yang dikatakan banyak klub, ada gelar yang hilang dan seharusnya tidak hilang kepada klub lain. Apa yang terjadi sangat penting dan kami berharap ini menjadi titik balik, bukan hanya untuk Premier League,” kata Tebas.

Tebas juga menyoroti dugaan pelanggaran yang berlangsung selama lebih dari satu decade, sehingga sanksi yang dijatuhkan harus berat. “Melanggar aturan selama lebih dari 10 tahun adalah sesuatu yang sangat serius. Hukuman itu harus berat, bukan hanya untuk menjadi contoh, tetapi karena aturan telah dilanggar,” ujarnya.

Kasus itu juga berpotensi memunculkan persoalan baru di luar hukuman kompetitif. Sejumlah klub Premier League dilaporkan tengah mencari nasihat hukum terkait kemungkinan meminta kompensasi. Tebas mengatakan klub-klub dari liga Eropa lainnya juga berpotensi mengambil langkah hukum, meski menurutnya hal itu tidak secara khusus harus dikaitkan dengan kasus Manchester City.

Sementara itu, Manchester City sebelumnya pernah mendapatkan hukuman dari UEFA terkait pelanggaran aturan finansial. Namun, Manchester City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pengadilan olahraga itu pun membatalkan larangan bermain di Liga Champions yang dijatuhkan UEFA.

Tebas pun menilai putusan CAS pada saat itu layak ditinjau setelah muncul perkembangan terbaru dalam kasus Manchester City. “Menurut saya, keputusan Court of Arbitration for Sport seharusnya ditinjau kembali. CAS membatalkan sanksi yang dijatuhkan UEFA dan keputusan tersebut sangat dipertanyakan. Sekarang telah ditunjukkan bahwa UEFA benar mengenai sanksi terhadap Manchester City,” ujar Tebas.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore