
Presiden La Liga Javier Tebas ingin Manchester City dihukum berat. (@javier.tebas/Instagram)
JawaPos.com - Presiden La Liga Javier Tebas meminta Manchester City dihukum seberat mungkin jika terbukti melakukan pelanggaran aturan finansial dalam jangka panjang. Menurut Tebas, kasus itu harus menjadi peringatan bagi klub-klub sepak bola di seluruh Eropa. Tebas mengatakan dirinya telah memperingatkan mengenai persoalan finansial Manchester City selama bertahun-tahun.
Tebas bahkan mengaku sudah menyampaikan kekhawatirannya mengenai klub itu pada 2017 dalam sebuah acara Soccerex. “Saya sudah menyampaikan kekhawatiran mengenai Manchester City selama bertahun-tahun. Saya melakukannya pada 2017 di Soccerex. Saya mengatakan hal itu saat itu dan baik City maupun Premier League tidak menyukainya,” ujar Tebas dikutip dari Reuters.
Baca Juga:Francisco Rivera Latihan Terpisah, Persebaya Surabaya Belum 100 Persen Jelang Lawan Isenmulang FC
Berbicara kepada wartawan di sela-sela Peak Performance & Health Summit di London, Tebas menilai persoalan Manchester City tidak hanya berkaitan dengan sepak bola Inggris. Menurutnya, kasus itu memiliki dampak lebih luas terhadap upaya menjaga keberlanjutan dan integritas kompetisi di Eropa.
“Manchester City telah menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang berlangsung sejak 2009. Kami berusaha membuat sepak bola berkelanjutan dan bersih di semua kompetisi. Seperti yang dikatakan banyak klub, ada gelar yang hilang dan seharusnya tidak hilang kepada klub lain. Apa yang terjadi sangat penting dan kami berharap ini menjadi titik balik, bukan hanya untuk Premier League,” kata Tebas.
Tebas juga menyoroti dugaan pelanggaran yang berlangsung selama lebih dari satu decade, sehingga sanksi yang dijatuhkan harus berat. “Melanggar aturan selama lebih dari 10 tahun adalah sesuatu yang sangat serius. Hukuman itu harus berat, bukan hanya untuk menjadi contoh, tetapi karena aturan telah dilanggar,” ujarnya.
Kasus itu juga berpotensi memunculkan persoalan baru di luar hukuman kompetitif. Sejumlah klub Premier League dilaporkan tengah mencari nasihat hukum terkait kemungkinan meminta kompensasi. Tebas mengatakan klub-klub dari liga Eropa lainnya juga berpotensi mengambil langkah hukum, meski menurutnya hal itu tidak secara khusus harus dikaitkan dengan kasus Manchester City.
Sementara itu, Manchester City sebelumnya pernah mendapatkan hukuman dari UEFA terkait pelanggaran aturan finansial. Namun, Manchester City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pengadilan olahraga itu pun membatalkan larangan bermain di Liga Champions yang dijatuhkan UEFA.
Tebas pun menilai putusan CAS pada saat itu layak ditinjau setelah muncul perkembangan terbaru dalam kasus Manchester City. “Menurut saya, keputusan Court of Arbitration for Sport seharusnya ditinjau kembali. CAS membatalkan sanksi yang dijatuhkan UEFA dan keputusan tersebut sangat dipertanyakan. Sekarang telah ditunjukkan bahwa UEFA benar mengenai sanksi terhadap Manchester City,” ujar Tebas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022