
Roy Keane menanggapi kasus Manchester City yang dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan finansial dan berbeda pandangan dengan Rodri. (The FA)
JawaPos.com - Legenda Manchester United Roy Keane ikut angkat bicara setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Keane meminta Manchester City menerima konsekuensi dari putusan tersebut dan secara terbuka tidak sependapat dengan Rodri.
Rodri sebelumnya memberikan dukungan kepada mantan klubnya di tengah kasus tersebut. Gelandang yang kini memperkuat Barcelona itu menilai berbagai pencapaian Manchester City dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa begitu saja dihapus meski klub dinyatakan bersalah.
Namun, Keane mempunyai pandangan berbeda.
Berbicara kepada ITV menjelang pertandingan Inggris melawan Spanyol di UEFA Nations League, Keane menilai Manchester City harus bertanggung jawab atas pelanggaran yang dinyatakan terbukti.
“Sudah waktunya. Ini sudah berlangsung cukup lama. Saya tentu tidak setuju dengan pesan Rodri. Itu adalah pilihan mereka. Klub yang memilih untuk melakukan kecurangan,” ujar Keane dilansir The Sun.
Pernyataan tersebut merujuk pada laporan mengenai putusan komisi independen yang menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Satu dakwaan lainnya dinyatakan tidak terbukti.
Meski demikian, sanksi terhadap Manchester City belum ditetapkan. Klub juga menyatakan proses Premier League masih berlangsung dan diperkirakan akan mengajukan banding.
Keane kemudian menegaskan bahwa Manchester City harus menerima hukuman atas pelanggaran tersebut. Ia mengakui belum mudah menentukan seperti apa sanksi yang tepat untuk diberikan.
“Apa pun yang mereka menangkan dalam beberapa tahun terakhir, mereka layak mendapatkan hukuman. Dari mana kita memulainya dan sampai di mana akhirnya, itu memang sulit. Mereka melakukan kecurangan dan dinyatakan bersalah. Sekarang mereka harus menerima konsekuensinya. Saya terkejut mereka dinyatakan bersalah atas 114 tuduhan,” katanya.
Kasus tersebut bermula dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial dalam periode 2009 hingga 2018. Dakwaan mencakup persoalan penyampaian informasi finansial, pembayaran pemain dan manajer, aturan Financial Fair Play UEFA, Profitability and Sustainability Rules (PSR), serta dugaan kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022