
Como. (Istimewa)
JawaPos.com - Apa yang membuat sebuah tim menjadi yang terbaik di dunia? Ini adalah pertanyaan yang cukup subjektif. Tentu saja, jumlah kemenangan dan trofi yang diraih klub dalam beberapa waktu terakhir bisa menjadi indikator yang baik, namun dalam olahraga di mana siapa pun bisa mengalahkan siapa pun, sulit rasanya untuk memilih satu tim saja yang paling unggul dibandingkan yang lain.
Bagaimanapun, membandingkan tim dari liga yang berbeda pada dasarnya hanyalah sebuah spekulasi.
Sebagai contoh utama, Manchester United belum pernah berhadapan dengan Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Meskipun banyak orang mungkin beranggapan bahwa Manchester United akan dengan mudah menang, mustahil untuk memastikannya secara mutlak. Harus diakui, hal ini bersifat subjektif dan secara teknis tidak ada jawaban benar atau salah—namun kita bisa melihat data dari Opta, yang telah menghitung (dan baru saja memperbarui) Power Rankings mereka.
Baca Juga:Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Dengan menggunakan algoritma Elo yang menganalisis hasil dari lebih dari 2,5 juta pertandingan, sebuah tim diberikan peringkat yang dapat dibandingkan dengan tim-tim lain di seluruh dunia. Poin ditentukan berdasarkan peringkat di dalam liga, peringkat keseluruhan divisi, peringkat negara, serta peringkat benua tempat tim tersebut bermain. Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, berikut adalah 30 tim terbaik dalam sepak bola dunia saat ini, bagaimana performa mereka dalam kompetisi di musim-musim sebelumnya, dan alasan mengapa mereka menempati posisi tersebut.
Mengawali daftar ini, di peringkat ke-30, ke-29, dan ke-28—namun dengan perolehan poin yang sama—terdapat klub Belgia yang sedang naik daun Union Saint-Gilloise, tim kuda hitam Norwegia Bodo/Glimt, serta juara Liga Champions dua kali, Porto.
Bayer Leverkusen, yang finis di posisi keenam Liga Jerman namun secara keseluruhan menjalani musim yang impresif, menempati peringkat ke-26 tim terbaik dunia; mereka berada di atas Juventus namun di bawah Club Brugge, klub yang sukses meraih gelar juara Belgia untuk ke-20 kalinya pada musim lalu.
Leeds United, yang menempati peringkat ke-24, menjalani musim yang cukup baik sekembalinya mereka ke Premier League dengan finis di posisi ke-14. Skuad asuhan Daniel Farke ini bertekad untuk mengincar tiket kompetisi Eropa pada musim ini.
Baca Juga:11.000 Tiket Como vs RB Leipzig Sold Out, Renovasi Stadio Sinigaglia Rampung dalam 90 Hari
Di peringkat ke-23 terdapat Tottenham; mereka masuk dalam daftar ini meski nyaris terdegradasi dari Premier League pada hari terakhir musim 2025/2026. Awal musim baru mereka pun tidak terlalu mulus, namun posisi mereka hanya terpaut tipis di belakang Como dan Flamengo—di mana nama terakhir merupakan klub sepak bola terbesar di Amerika Selatan.
Dan, paling menyita perhatian adalah klub asal Italia, Como. Klub yang saham mayoritasnya dimiliki pengusaha Indonesia ini menjadi kekuatan baru di peringkat ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!
Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022