
Roberto Mancini kembali menjadi pelatih timnas Italia. Target utamanya membawa Azzurri lolos ke Piala Dunia 2030 setelah tiga edisi absen. (Flashscore)
JawaPos.com – Tidak ada wajah baru di kursi allenatore timnas Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya memercayakan posisi yang lowong selama tiga bulan terakhir kepada Roberto Mancini, pelatih yang pernah membesut Gli Azzurri pada periode 2018 hingga 2023.
Mancio, sapaan akrab Roberto Mancini, dibebani target mengantarkan Italia lolos ke Piala Dunia 2030. Gli Azzurri sudah absen dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, yakni 2018, 2022, dan 2026. Salah satu kegagalan tersebut terjadi saat Italia masih ditangani Mancini, yakni gagal lolos ke Piala Dunia 2022.
"Dia (Mancini) datang ke sini (timnas Italia) dengan motivasi yang kuat, menghapus kekecewaan dari tiga kegagalan kualifikasi (Piala Dunia). Selain ingin membersihkan citra perpisahannya dengan Italia," ucap Andrea Mancini, putra Mancio, seperti dilansir Sky Sport Italia.
Kegagalan meloloskan Italia ke Qatar empat tahun lalu menjadi noda dalam perjalanan Mancini bersama Gli Azzurri. Padahal, setahun sebelumnya dia sukses mempersembahkan gelar juara Euro 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19.
"Sekarang, ayahku kembali ke timnas dengan ambisi ke Piala Dunia," tandas Andrea.
Presiden FIGC Giovanni Malago percaya Mancini akan menandai periode keduanya bersama Italia dengan keberhasilan membawa Azzurri kembali ke Piala Dunia.
Setelah mengundurkan diri dari timnas Italia, Mancini sempat menerima tawaran Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Namun, dia gagal membawa Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2026.
"Anda bertanya apakah masa lalunya layak dipertimbangkan? Ya, tentu saja, dan permintaan maaf Roberto (Mancini) sangat penting," tutur Malago.
Seperti diberitakan sebelumnya, sepak bola Italia sempat terbelah dalam menentukan pelatih baru Azzurri. Ketika FIGC memilih Mancini, Lega Serie A disebut lebih menginginkan Antonio Conte.
Akibatnya, keputusan menunjuk Mancini memunculkan dua kubu di kalangan klub Serie A. Sebagian mendukung keputusan FIGC, sementara sebagian lainnya menolak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022