Thierry Henry menyaksikan Arsenal kalah dari PSG di final Liga Champions 2026, mengingatkan pada kekalahan menyakitkan yang dialaminya bersama Arsenal pada final 2006 melawan Barcelona. (ESPNFC)
JawaPos.com - Arsenal kembali gagal meraih trofi Liga Champions setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5).
Kekalahan itu menghadirkan kisah emosional bagi Thierry Henry, legenda Arsenal yang pernah merasakan pahitnya kalah di final Liga Champions 2006 dan kini harus menyaksikan mantan klubnya mengalami nasib serupa tepat 20 tahun kemudian.
Thierry Henry merupakan bagian dari skuad Arsenal yang kalah 1-2 dari Barcelona pada final Liga Champions 2006 di Stade de France, Paris. Saat itu, Arsenal sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya dibalikkan oleh Barcelona pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga:Jadwal Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Balapan Sore Ini di Mugello, Start Pukul 16.00 WIB
Dua dekade berselang, Henry kembali hadir menyaksikan perjalanan Arsenal menuju partai puncak Liga Champions. Namun, harapan melihat klub yang membesarkan namanya mengangkat trofi Eropa pertama kembali pupus setelah PSG menang melalui drama adu penalti.
Henry bahkan termasuk mantan pemain yang memberikan dukungan kepada skuad Arsenal menjelang laga final di Budapest. Sejumlah legenda seperti Patrick Vieira juga mengirim pesan motivasi kepada para pemain agar mampu mengakhiri penantian panjang klub di kompetisi elite Eropa tersebut.
Kehadiran Henry di Budapest menjadi simbol hubungan erat antara generasi Arsenal 2006 dengan skuad asuhan Mikel Arteta saat ini. Sayangnya, akhir cerita yang diharapkan para pendukung kembali berubah menjadi kekecewaan.
Kekalahan dari PSG terasa sangat menyakitkan karena Arsenal hanya terpaut satu langkah dari gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Pertandingan final berlangsung sangat ketat dan harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.
Kai Havertz sempat membawa Arsenal unggul lebih dahulu. Namun PSG mampu menyamakan kedudukan melalui Ousmane Dembele sehingga pertandingan berlangsung hingga extra time sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Meski gagal menjadi juara, perjalanan Arsenal musim ini tetap layak mendapat apresiasi tinggi. Klub asal London Utara tersebut berhasil mengakhiri penantian 22 tahun untuk meraih gelar Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions kedua dalam sejarah mereka.
Arsenal juga hanya tertinggal selama 43 menit sepanjang kampanye Liga Champions musim ini. Statistik itu menunjukkan betapa dominannya performa tim Arteta di kompetisi Eropa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
