Pemain PSG dan Arsenal bersiap menghadapi final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria. (Dok. PSG)
JawaPos.com — PSG lebih dijagokan menjadi juara saat menghadapi Arsenal pada final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB. Duel dua juara liga domestik ini mempertemukan tim paling produktif melawan tim dengan pertahanan terbaik, dengan peluang juara lebih besar mengarah ke kubu Les Parisiens.
PSG datang ke final dengan modal yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Luis Enrique tercatat menjadi tim tersubur di Liga Champions musim ini dengan koleksi 44 gol.
Rekor mereka melawan klub Premier League juga sangat impresif. Sejak musim lalu, PSG belum pernah kalah dari wakil Inggris di Liga Champions dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Ketajaman lini depan menjadi senjata utama PSG. Winger andalan mereka, Khvicha Kvaratskhelia, sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak 10 gol di Liga Champions musim ini.
Selain itu, PSG mengusung misi mempertahankan gelar. Pengalaman tampil di partai puncak dan status juara bertahan menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Meski berstatus underdog, Arsenal bukan lawan yang bisa diremehkan. Pasukan Mikel Arteta belum tersentuh kekalahan sepanjang Liga Champions musim ini.
The Gunners mengoleksi 11 kemenangan dan tiga hasil imbang. Mereka juga menjadi tim dengan jumlah clean sheet terbanyak, yakni sembilan kali.
Keunggulan Arsenal terletak pada kolektivitas. Sebanyak 12 pemain berbeda sudah mencetak gol musim ini, dengan Gabriel Martinelli menjadi top skor klub di Liga Champions lewat enam gol.
Namun, Arsenal masih dibayangi catatan kurang baik di fase-fase akhir kompetisi Eropa. Mereka juga masih memburu gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Rekor pertemuan kedua tim terbilang seimbang. Dari tujuh pertemuan sebelumnya, PSG dan Arsenal sama-sama meraih dua kemenangan, sementara tiga laga lainnya berakhir imbang.
Menariknya, kedua pelatih memiliki latar belakang yang sama. Luis Enrique dan Mikel Arteta merupakan jebolan akademi Barcelona yang kini beradu taktik di panggung terbesar Eropa.
Final ini juga mempertemukan dua gaya bermain berbeda. PSG mengandalkan pressing tinggi, transisi cepat, dan agresivitas lini depan. Arsenal lebih kuat dalam organisasi permainan, penguasaan bola, serta situasi bola mati.
Sports Mole memprediksi PSG menang 2-1 setelah melalui babak tambahan waktu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022