Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 01.00 WIB

Lionel Messi Bawa Inter Miami Libas Cincinnati, Guillermo Hoyos Puji sang Kapten

Lionel Messi cetak brace saat Inter Miami tumbangkan FC Cincinnati 5-3. (X/@InterMiamiCF)

 

JawaPos.com - Inter Miami berhasil menaklukkan FC Cincinnati dengan skor 5-3 dalam laga MLS yang digelar di TQL Stadium pada Kamis (14/5). Kemenangan itu terasa istimewa karena diraih di tempat yang sama ketika mereka mencatat sejarah pada November 2025 dengan melaju ke final Wilayah Timur untuk pertama kalinya, sebelum akhirnya meraih gelar MLS Cup perdana mereka.

Saat ini, meski kembali meraih kemenangan di stadion yang sama, wajah Inter Miami terlihat jauh berbeda, baik dari segi komposisi pemain maupun pendekatan taktik. Dalam laga terbaru itu, terdapat sembilan perubahan dalam susunan pemain dibanding semifinal Wilayah Timur. Hanya Lionel Messi dan Rodrigo De Paul yang tetap menjadi starter di kedua pertandingan itu.

Tidak hanya itu, perubahan juga terjadi di kursi pelatih. Posisi pelatih kepala saat ini dipegang oleh Guillermo Hoyos sebagai pelatih interim, menggantikan Javier Mascherano. Di era Mascherano, Inter Miami dikenal dengan gaya bermain berbasis penguasaan bola.

Namun, setelah Busquets pensiun dan Mascherano hengkang, Hoyos membawa pendekatan baru yang terbukti menghasilkan tekanan besar untuk lawan. Bek Inter Miami Maxi Falcon mengungkapkan bahwa intensitas menjadi kata kunci utama yang terus ditekankan oleh Hoyos, baik dalam pergerakan bola maupun duel individu.

Dilansir dari ESPN, Inter Miami mencatatkan expected goals sebesar 2,21 dengan total 17 tembakan ke gawang Cincinnati dalam laga itu. Inter Miami juga unggul dalam duel dengan memenangkan 69 persen tekel serta mencatat 16 intersepsi.

Rodrigo De Paul pun mengalami perubahan peran. Jika sebelumnya bertugas menjaga tempo permainan, dalam pertandingan terakhir De Paul lebih aktif sebagai gelandang box-to-box. De Paul mencatatkan 97 sentuhan bola, terbanyak di antara semua pemain dalam laga itu.

Namun, gaya bermain intens ini juga membawa konsekuensi. Inter Miami kerap meninggalkan ruang di lini belakang yang dimanfaatkan Cincinnati untuk mencetak gol lewat serangan balik. Dua dari tiga gol Cincinnati bahkan lahir dari situasi itu.

Gol pertama terjadi lewat penalti setelah Gonzalo Lujan melakukan pelanggaran saat mencoba mengejar serangan cepat lawan. Sementara itu, gol kedua berawal dari kelengahan di sisi kiri pertahanan Inter Miami yang dimanfaatkan Bryan Ramirez sebelum memberi umpan kepada Pavel Bucha.

Secara keseluruhan, Inter Miami telah kebobolan 24 gol musim ini dan termasuk salah satu yang terbanyak di Wilayah Timur dengan hanya dua clean sheet dari 13 pertandingan. Dalam laga ini, Messi mencetak dua gol dan hampir mencatatkan hattrick sebelum gol ketiganya dinyatakan sebagai gol bunuh diri kiper Cincinnati Roman Celentano. Messi juga mencatat enam tembakan dan empat peluang.

Tak hanya itu, Messi juga memberikan umpan untuk gol ketiga Inter Miami yang dicetak Mateo Silvetti, setelah melewati sejumlah pemain bertahan lawan. Saat ini, Messi berada di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak MLS 2026 dengan 11 gol.

Sejak bergabung dengan Inter Miami pada 2023, Messi telah melewati empat pergantian pelatih. Meskipun demikian, pemain berusia 38 tahun itu tetap mampu beradaptasi dan membawa Inter Miami meraih berbagai kemenangan, termasuk Supporters Shield, Leagues Cup, dan MLS Cup 2025. Messi bahkan mencatat sejarah sebagai satu-satunya pemain yang meraih gelar MVP MLS secara beruntun pada 2024 dan 2025, serta memenangkan Golden Boot musim lalu.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore