Pelatih Luis Enrique puji laga sengit PSG melawan Bayern Munchen. (@LigadeCampeones/X)
JawaPos.com - Paris Saint-Germain tampaknya benar-benar serius mempersiapkan diri menghadapi Arsenal di final Liga Champions musim ini. Bahkan, klub asal Prancis itu disebut menerapkan metode latihan ekstrem demi mengatasi salah satu senjata paling mematikan milik The Gunners: bola mati.
PSG dan Arsenal akan saling berhadapan di final Liga Champions yang digelar di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei mendatang. Kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati semifinal yang dramatis.
PSG memastikan tiket final usai menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 6-5, sementara Arsenal sukses mengalahkan Atletico Madrid 2-1 untuk mencapai final Eropa pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Waduh! PSG Kehilangan Enam Pemain karena Cedera Jelang Kontra Arsenal di Final Liga Champions
Melansir Give Me Sport, jelang pertandingan besar tersebut, fokus utama PSG tampaknya tertuju pada kemampuan bola mati Arsenal yang musim ini menjadi salah satu kekuatan terbesar tim asuhan Mikel Arteta.
Kehebatan Arsenal dalam memaksimalkan tendangan sudut dan situasi bola mati memang sudah menjadi sorotan sepanjang musim. Banyak pertandingan penting mereka dimenangkan lewat skema yang terorganisir, agresif, dan sangat sulit diantisipasi lawan.
PSG dikabarkan mulai menjalani latihan ekstrem ala rugby untuk mengantisipasi ancaman bola mati Arsenal jelang final Liga Champions di Budapest. (Instagram/@idplaytime)
Tak ingin kecolongan, PSG mulai menyiapkan metode latihan yang cukup unik.
Menurut bocoran rekaman latihan yang diperoleh media Prancis, PSG menggunakan teknik latihan ala rugby untuk membantu para penjaga gawang menghadapi duel fisik yang biasa dilakukan pemain Arsenal saat situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.
Dalam video tersebut, para kiper PSG terlihat menggunakan bantalan pelindung benturan rugby selama sesi latihan.
Baca Juga:Barcelona Diuntungkan Usai PSG Mundur dari Transfer Julian Alvarez, Harga Tembus Rp1,7 Triliun!
Matvei Safonov, yang tampil di kedua laga semifinal melawan Bayern Munich, tampak mendorong rekan-rekan sesama kiper ketika mereka berusaha menangkap crossing dan menghalau bola di area padat pemain.
Metode itu dirancang untuk mensimulasikan tekanan fisik yang kemungkinan akan diberikan Arsenal di kotak penalti nanti.
Langkah PSG ini tidak lepas dari penampilan Arsenal dalam kemenangan kontroversial 1-0 atas West Ham United beberapa waktu lalu. Dalam laga tersebut, permainan fisik Arsenal saat situasi bola mati kembali menjadi bahan perdebatan.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
