Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 02.02 WIB

Southampton Lolos ke Final Championship, Pelatih Middlesbrough Kecewa Timnya Jadi Korban Spionase

Kemenangan Southampton diwarnai aksi spionase terhadap Middlesbrough. (@SouthamptonFC/X) - Image

Kemenangan Southampton diwarnai aksi spionase terhadap Middlesbrough. (@SouthamptonFC/X)

JawaPos.com - Laga semifinal leg kedua Championship antara Middlesbrough dan Southampton diwarnai kontroversi serius di luar pertandingan. Manajer Middlesbrough Kim Hellberg melontarkan kritik tajam terhadap Southampton terkait dugaan praktik spionase yang mencoreng integritas kompetisi.

Kasus itu mencuat setelah seorang staf Southampton diduga mencoba merekam sesi latihan Middlesbrough pada pekan lalu. Tindakan tersebut berujung pada dakwaan pelanggaran regulasi oleh English Football League (EFL) terhadap klub asal pantai selatan Inggris itu.

Meskipun demikian, Southampton tetap berhasil melangkah ke final usai menaklukkan Middlesbrough dengan skor 2-1 lewat gol Shea Charles di babak perpanjangan waktu pada Rabu (13/5). Kemenangan itu memastikan Southampton tampil di Wembley Stadium menghadapi Hull City dalam laga penentu promosi ke Premier League.

Usai pertandingan, Hellberg mengungkapkan kekecewaan mendalam dan menyebut praktik yang dilakukan pihak lawan bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegangnya selama berkarir sebagai pelatih.

”Saya telah bekerja selama 15 tahun sebagai pelatih demi mencapai Premier League. Itu adalah impian saya,” ujar Hellberg dikutip dari ESPN.

Hellberg menambahkan, meskipun timnya memiliki keterbatasan dibandingkan klub-klub dengan sumber daya lebih besar, Middlesbrough selalu mengandalkan kekuatan taktik untuk bersaing secara adil.

”Jika kami tidak menangkap orang yang mereka kirim untuk memata-matai latihan kami, mungkin orang akan menganggap kemenangan mereka murni karena taktik. Tapi saya akan pulang dengan perasaan gagal,” lanjut Kim Hellberg.

Hellberg juga menyoroti tindakan staf Southampton yang disebutnya sengaja menyamar dan berusaha menghindari deteksi.

”Ketika seseorang memutuskan untuk tidak menganalisis pertandingan secara normal, melainkan mengirim orang untuk merekam latihan dan berharap tidak ketahuan, itu sangat menyakitkan. Saya pikir itu memalukan dan membuat saya sangat sedih,” ujar Hellberg.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore