Mikel Arteta menjelaskan keputusan tak biasa memasukkan Martin Zubimendi usai Ben White cedera saat Arsenal menghadapi West Ham United. (Instagram/@martin_zubimendi)
JawaPos.com - Mikel Arteta akhirnya buka suara soal keputusan tak biasa yang ia ambil dalam pertandingan Arsenal melawan West Ham United, khususnya setelah Ben White mengalami cedera di babak pertama.
Saat White harus ditarik keluar, banyak fans Arsenal menduga Riccardo Calafiori akan digeser ke posisi bek kanan, sementara Myles Lewis-Skelly kembali mengisi sisi kiri pertahanan. Namun, yang terjadi justru cukup mengejutkan.
Arteta memilih memasukkan Martin Zubimendi, sementara Declan Rice digeser ke lini belakang. Keputusan itu sempat membuat permainan Arsenal terlihat kurang stabil. Struktur tim berubah cukup drastis dan The Gunners tampak kesulitan menemukan ritme permainan mereka.
Arteta akhirnya melakukan perubahan lanjutan untuk memperbaiki situasi. Cristhian Mosquera masuk menggantikan Calafiori sebelum turun minum, membuat Lewis-Skelly kembali bermain di bek kiri dan Rice kembali ke posisi aslinya di lini tengah.
Tak berhenti di situ, Arteta kemudian menarik keluar Zubimendi pada menit ke-67 dan memasukkan Kai Havertz demi meningkatkan daya serang tim.
Melansir Daily Cannon, usai pertandingan, Arteta mengakui bahwa keputusan tersebut memang tidak mudah, terutama bagi pemain seperti Zubimendi yang baru masuk tetapi kemudian harus kembali ditarik keluar.
“Dengan jalannya pertandingan yang saya perkirakan, memasukkan Mosquera akan mengunci sesuatu yang benar-benar kami yakini dapat diberikan oleh (Rice), yaitu kelancaran permainan dan kesempatan untuk menyulitkan mereka, tetapi terkadang Anda harus melakukan perubahan lain,” kata Arteta.
“Pertukaran dengan Zubi memang sulit, tapi saya benar-benar merasa kami harus menurunkan dua gelandang serang pada saat itu untuk menciptakan semua masalah yang telah saya sebutkan, dan syukurlah itu berhasil.”
Penjelasan Arteta menunjukkan bahwa keputusan awal memasukkan Zubimendi sebenarnya lebih berkaitan dengan fleksibilitas taktik dan keinginannya menjaga aliran permainan Arsenal.
Arteta tampaknya ingin memanfaatkan kemampuan Rice dalam membangun serangan dari belakang sambil tetap mempertahankan kontrol di lini tengah lewat kehadiran Zubimendi. Namun, situasi pertandingan berubah lebih cepat dari perkiraan.
Baca Juga:Gary Neville Soal Juara Liga Champions: PSG Lebih Unggul Tapi Arsenal Punya Sesuatu untuk Menang!
Cedera Calafiori membuat Arteta harus melakukan penyesuaian tambahan, sementara skor yang masih ketat memaksanya mengambil pendekatan lebih agresif di babak kedua.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022