
Cesc Fabregas bawa Como lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kali. (Instagram/@Como_1907)
JawaPos.com - Como dipastikan tampil di kompetisi Eropa musim depan setelah menang 1-0 atas Hellas Verona dalam lanjutan Serie A pekan ke-36. Hasil itu menjadi pencapaian besar bagi tim asuhan Cesc Fabregas yang terus menunjukkan perkembangan pesat sejak promosi ke Liga Utama Italia pada 2024.
Como sendiri saat ini bertengger di posisi keenam klasemen sementara dengan keunggulan 10 poin atas Atalanta yang berada di peringkat ketujuh. Hasil itu memastikan setidaknya satu tempat di kompetisi Liga Konferensi UEFA musim 2026/2027.
Meskipun demikian, peluang Como belum berhenti sampai di situ. Klub milik Djarum itu masih bersaing ketat dengan AS Roma, AC Milan, dan Juventus dalam perebutan dua tiket Liga Champions di bawah Inter Milan dan Napoli yang saat ini menempati dua posisi teratas.
Dilansir dari ESPN, Como tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik dalam laga yang digelar di Stadion Marcantonio Bentegodi pada Minggu (10/5). Namun, mereka harus menunggu hingga menit ke-71 untuk memecah kebuntuan. Penyerang Anastasios Douvikas menjadi pahlawan lewat gol tunggal yang juga merupakan gol ke-13-nya musim ini.
Usai kemenangan, Fabregas mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim. Pelatih berusia 39 tahun itu menilai keberhasilan itu sebagai hasil dari kerja keras seluruh elemen klub. “Saya sangat bahagia dan bangga hari ini. Dua tahun lalu kami promosi ke Serie A dan sekarang kami lolos ke kompetisi Eropa,” ujar Fabregas.
Fabregas juga menekankan perkembangan signifikan yang dialami klub, baik dari sisi tim, manajemen, maupun dukungan suporter. “Tim, klub, dan para penggemar semuanya telah berkembang. Ini sulit dijelaskan dan momen ini akan kami kenang bahkan dalam 20 tahun ke depan,” lanjutnya.
Baca Juga:Prediksi Como 1907 vs Napoli SSC: Jika Kalah, Inter Milan Dipastikan Raih Scudetto Serie A
Fabregas juga menjelaskan bahwa tekanan di era modern semakin tinggi, terlebih dengan adanya pengaruh media sosial. Meskipun demikian, Fabregas mengingatkan pentingnya menikmati setiap pencapaian. “Di era sekarang, segalanya berjalan sangat cepat dan penuh tekanan. Kita harus menikmatinya. Saya bahkan tidak ingat berapa banyak trofi yang pernah saya menangkan, tetapi masih banyak yang bisa diraih,” kata Fabregas.
Dengan dua pertandingan tersisa musim ini, Como masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka. Como selanjutnya akan menghadapi Parma di kandang pada Minggu (17/5) sebelum bertandang ke markas Cremonese di laga terakhir musim ini.
Fabregas pun tidak menutup kemungkinan timnya mampu meraih pencapaian yang lebih tinggi. “Kami masih memiliki dua pertandingan lagi dan kita lihat apakah kami bisa terbang lebih tinggi,” tutupnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
