Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany. (Dok. Bayern Munchen)
JawaPos.com - Kekalahan dramatis 5-4 dari Paris Saint-Germain jelas bukan hasil ideal bagi Bayern Munchen. Tapi, kalau melihat cara Vincent Kompany merespons, satu hal langsung terasa: kepercayaan diri tim ini belum goyah sedikit pun.
Sejak awal menangani Bayern, Kompany memang dikenal menanamkan mentalitas pantang menyerah. Bukan sekadar slogan, tapi benar-benar terlihat di lapangan terutama saat timnya mampu bangkit dari ketertinggalan besar di leg pertama semifinal Liga Champions.
Melansir Bavarian Football Works, alih-alih meratapi lima gol yang bersarang, Kompany justru melihat sisi lain dari pertandingan tersebut.
“Biasanya jika kebobolan lima gol di semifinal, Anda akan tersingkir. Tapi kami mencetak 4 gol dan bisa saja menambah lebih banyak lagi. Dengan skor 5-2 akan sulit, tapi sekarang pada dasarnya skornya 1-0,” katanya.
Kalimat itu bukan sekadar optimisme kosong. Dalam sudut pandangnya, agregat 5-4 masih sangat terbuka bahkan terasa seperti defisit tipis yang bisa dibalikkan dalam satu momen.
Lebih dari itu, Kompany juga menyoroti faktor yang sering jadi pembeda di laga besar: mentalitas.
“Atmosfer pekan depan di Allianz Arena akan sangat luar biasa. Kami tahu kami harus menang. Kami akan memberikan segalanya, benar-benar segalanya yang kami miliki bahkan jika kami harus mati di lapangan. Kami percaya.”
Baca Juga:Luis Enrique Bandingkan Dembele dengan Messi Usai PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern Munchen
Keyakinan seperti ini bukan tanpa alasan. Bayern dikenal sebagai tim yang punya DNA comeback, apalagi saat bermain di kandang sendiri. Dukungan penuh dari puluhan ribu fans bisa menjadi dorongan ekstra yang sulit ditandingi.
Namun, Kompany juga sadar bahwa kepercayaan diri saja tidak cukup. PSG tetap lawan dengan kualitas top, yang bisa menghukum kesalahan sekecil apa pun. Artinya, mental kuat harus berjalan seiring dengan eksekusi yang lebih rapi di lapangan.
Dengan agregat yang masih tipis dan segalanya masih mungkin terjadi, leg kedua nanti akan jadi ujian sesungguhnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
