
Pelatih Benfica Jose Mourinho. (Instagram/@slbenfica)
JawaPos.com - Kalau cuma lihat angka, era Jose Mourinho di Real Madrid sebenarnya terbilang sukses. Tiga musim, dua trofi besar, rekor kemenangan tinggi, bahkan sempat “menjatuhkan” dominasi Barcelona dengan musim 100 poin di La Liga.
Tapi, seperti drama klasik sepak bola: angka bagus tak selalu berarti hubungan juga sehat.
Melansir Sports Illustrated, di balik itu semua, ada konflik, ego besar, dan ruang ganti yang perlahan retak.
Tanggal 30 April 2013 bisa dibilang jadi momen simbolis berakhirnya era Mourinho di Madrid. Saat itu, mereka tersingkir di semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Saat itu, mereka takluk di tangan Borussia Dortmund. Meski menang 2-0 di leg kedua, kekalahan telak di leg pertama bikin semuanya terlambat.
Buat pelatih dengan reputasi “raja Eropa”, gagal membawa La Decima jelas jadi pukulan besar. Dan lebih dari itu, hubungan Mourinho dengan klub memang sudah di ujung tanduk.
Di musim pertama, Mourinho sukses membawa Real Madrid juara Copa del Rey. Bahkan di musim keduanya, Real Madrid juara La Liga dengan 100 poin. Kelihatannya ideal. Tapi di balik layar, tensi mulai naik.
Gaya Mourinho yang konfrontatif bikin suasana jadi panas, baik dengan media, lawan, bahkan internal klub sendiri. Rivalitas dengan Barcelona juga berubah jadi lebih dari sekadar pertandingan, ini sudah masuk wilayah personal.
Insiden perkelahian dengan Tito Vilanova di Piala Super Spanyol 2011 jadi salah satu simbol betapa panasnya situasi saat itu.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
