
Arsenal harus lebih agresif. (Dok. Instagram.com/@arsenal)
JawaPos.com – Kans Arsenal memenangi Premier League musim ini terancam setelah digusur Manchester City dari puncak klasemen pada matchweek ke-33. Dengan lima matchweek tersisa, Arsenal dihantui julukan ”The Bottle” karena selalu ”dibotolkan” alias sering gagal dalam pekan-pekan terakhir perebutan gelar juara Premier League.
The Gunners –julukan Arsenal– punya kesempatan kembali ke peringkat pertama saat menghadapi Newcastle United di Stadion Emirates, London, malam nanti (siaran langsung SCTV/Vidio pukul 23.30 WIB). Dengan perolehan poin (70) dan diferensiasi gol (surplus 37) yang identik antara Arsenal dan City, agresivitas gol sangat penting.
Arsenal harus merelakan puncak klasemen dimiliki City karena kalah gol memasukkan. The Gunners mencetak 63 gol dan The Citizens –julukan City– mencetak tiga gol lebih banyak (66 gol). ”Kami tidak hanya butuh sekadar kemenangan, tetapi kemenangan yang besar,” kata Kai Havertz, gelandang serang Arsenal yang sering main sebagai false nine, seperti dilansir Football London.
Dari 14 laga Premier League tahun ini, Arsenal hanya menang separuhnya (tujuh kemenangan) dengan empat kemenangan punya margin lebih dari satu gol. Masih lebih banyak City (delapan kemenangan), tetapi kemenangan dengan margin lebih dari satu gol lebih sedikit (tiga kemenangan).
Gyokeres Butuh Back-up
Striker yang baru datang musim ini, Viktor Gyokeres, memang jadi pencetak gol terbanyak Arsenal musim ini. Dia sudah mengoleksi 18 gol, 12 gol di antaranya di Premier League. Tetapi, pada fase krusial persaingan juara liga saat ini, performa Gyokeres mulai drop dan disinyalir karena kelelahan.
Kembalinya Havertz dari cedera lutut yang panjang (Agustus 2025–Januari 2026) semestinya bisa membawa perubahan. Havertz juga dianggap lebih cepat dalam mengalirkan bola. Penyerang timnas Jerman itu pun sudah lebih padu dengan pilar lini serang Arsenal seperti gelandang serang sekaligus kapten Martin Odegaard dan wide attacker Bukayo Saka.
”Dia (Havertz) memberi sedikit lebih banyak kontrol dalam permainan karena lebih bagus dalam menahan bola. Aku rasa Gyokeres harus menunggu giliran,’’ kata analis sepak bola Inggris, Perry Groves, seperti dilansir dari Sky Sports.
Dekati Rekor The Magpies
Sebelum disalip City, Arsenal sudah 200 hari berada di puncak klasemen Premier League. Rekor terlama masih dipegang Arsenal pada musim 2022–2023. Tetapi, jika kembali bisa merebut puncak klasemen pekan ini, Arsenal bisa menggeser rekor The Magpies –julukan Newcastle United– yang memuncaki klasemen Premier League selama 212 hari pada 1995–1996.
”Kami harus kembali tenang dan fokus untuk merebut kembali apa yang telah kami perjuangkan sepanjang musim,” kata tactician Arsenal Mikel Arteta di laman resmi klub.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022