
Hubungan Claudio Ranieri dan Gasperini di AS Roma berakhir akibat konflik. (@OfficialASRoma/X)
JawaPos.com–Claudio Ranieri resmi mengakhiri perannya sebagai penasihat khusus di AS Roma setelah terjadi perselisihan dengan pelatih kepala Gian Piero Gasperini. Keputusan itu diumumkan pihak klub melalui pernyataan resmi pada Jumat (24/4).
Dalam pernyataannya, Roma mengonfirmasi berakhirnya kerja sama dengan Ranieri dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi sang penasihat.
”AS Roma mengonfirmasi bahwa hubungan dengan Claudio Ranieri telah berakhir. Klub berterima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan. Ia memimpin tim dalam periode yang sangat menantang dan kami akan selalu menghargai upayanya,” tulis klub.
Dilansir dari ESPN, Ranieri sebelumnya menjabat sebagai pelatih Roma hingga akhir musim lalu. Pria yang saat ini berusia 74 tahun itu mundur menjadi pelatih setelah gagal membawa timnya lolos ke Liga Champions hanya dengan selisih satu poin, meski berhasil mencatatkan performa impresif di paruh kedua musim. Setelah itu, Ranieri ditunjuk sebagai penasihat bagi pemilik klub dan terlibat dalam penunjukan Gasperini sebagai pelatih baru.
Namun, hubungan keduanya memburuk setelah Ranieri secara terbuka mengkritik keluhan Gasperini terkait kebijakan transfer klub. Sikap itu memicu ketegangan internal, hingga akhirnya manajemen Roma memutuskan untuk mendukung penuh Gasperini.
Dalam pernyataan lanjutan, Roma menegaskan arah masa depan klub tetap solid di bawah kepemimpinan Gasperini.
”Ke depan, arah kami jelas. Klub ini kuat, dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang terdefinisi. AS Roma akan selalu menjadi prioritas utama. Kami memiliki kepercayaan penuh terhadap jalur yang ditempuh bersama Gian Piero Gasperini,” tulis klub.
Saat ini, AS Roma menempati posisi keenam klasemen Serie A dengan lima pertandingan tersisa dan tertinggal lima poin dari Juventus yang mengamankan posisi zona Liga Champions.
Ranieri memiliki peran penting dalam kebangkitan Roma musim ini. Ranieri kembali dari masa pensiun pada November 2024 saat tim berada di peringkat ke-12.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
