
Karim Benzema cetak Hattrick pertamanya untuk Al Hilal. (@brfootball/X)
JawaPos.com - Real Madrid selalu identik dengan gemerlap bintang. Tapi belakangan, sorotan ke arah skuad Los Blancos justru datang bukan karena performa di lapangan, melainkan isu kurangnya kekompakan.
Setelah sukses besar di musim 2023/24 dengan menjuarai Liga Champions dan LaLiga, performa tim justru terasa menurun. Ironisnya, ini terjadi di tengah kehadiran Kylian Mbappe. Secara individu luar biasa, tapi secara tim? Masih jadi tanda tanya.
Kalau mundur ke era 2010-an, Real Madrid pernah punya formula “galacticos” yang nyaris sempurna. Trio Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo jadi mesin penghancur yang membawa klub ke puncak kejayaan Eropa.
Melansir The Real Champs, dalam wawancara terbarunya, Benzema sedikit membuka cerita tentang dinamika di dalam tim saat bermain bersama Ronaldo. Dan, seperti biasa, ucapannya simpel tapi kena.
“Senang rasanya bermain bersama Cristiano. Saya banyak belajar darinya: pergerakan di dalam kotak penalti, pressing, dia mencetak 50 gol per musim. Meskipun saya bermain untuknya, saya tetap banyak belajar.”
Kalimat “bermain untuknya” langsung memantik perdebatan. Ada yang menganggap ini sebagai pengakuan bahwa Benzema harus mengalah demi Cristiano Ronaldo. Tapi di sisi lain, justru di situlah letak kekuatan Madrid saat itu.
Benzema tahu perannya. Ia rela melakukan “pekerjaan kotor”, membuka ruang, menarik bek lawan, dan membiarkan Ronaldo jadi mesin gol utama. Hasilnya? Tiga gelar Liga Champions beruntun, sebuah era yang masih sulit ditandingi hingga sekarang.
Menariknya, Benzema tidak pernah menunjukkan rasa keberatan. Bahkan ketika akhirnya menjadi pusat permainan di musim 2021/22, ia membuktikan bahwa dirinya memang layak jadi bintang utama. Tapi ia juga paham, tim yang hebat butuh pengorbanan.
Nah, di sinilah banyak yang melihat “pesan tersembunyi” untuk Mbappe dan Vinicius Junior.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
