
Cremonese gagal amankan poin penuh di laga kandang saat lawan Torino. (@TorinoFC_1906/X).
JawaPos.com - Cremonese harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Torino dalam laga yang berlangsung di Stadio Giovanni Zini pada Minggu (19/4). Sejak babak pertama, Cremonese tampil cukup agresif dengan mengandalkan Federico Bonazzoli sebagai ujung tombak.
Beberapa percobaan dari luar kotak penalti yang dilepaskannya masih mampu diamankan kiper Torino, Alberto Paleari. Sementara itu, Torino juga mencoba menekan lewat Gvidas Gineitis dan Che Adams, tetapi lini pertahanan tuan rumah yang solid mampu menggagalkan peluang itu.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Cremonese terus menekan dan mendapatkan beberapa peluang emas, termasuk sundulan Antonio Sanabria dan upaya Bonazzoli yang masih belum menemui sasaran.
Dilansir dari ESPN, momen krusial terjadi pada menit ke-61 ketika Federico Baschirotto sempat mencetak gol untuk Cremonese. Namun, setelah tinjauan VAR, gol itu dianulir karena dianggap terdapat pelanggaran dalam prosesnya. Keputusan itu membuat skor tetap bertahan 0-0.
Torino kemudian merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Tino Anjorin dan Cristiano Biraghi untuk menambah daya serang. Peluang terbaik Torino datang melalui Sandro Kulenovic di menit akhir, tetapi tembakannya berhasil digagalkan oleh Emil Audero.
Di sisi lain, Cremonese juga hampir mencetak gol melalui David Okereke dan Bonazzoli di masa injury time, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang itu terbuang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.
Pelatih Cremonese Marco Giampaolo memberikan tanggapannya dalam konferensi pers usai laga. Giampaolo menyoroti beberapa momen penting, termasuk gol yang dianulir hingga persiapan menghadapi Napoli. Terkait gol yang dianulir untuk Baschirotto, Giampaolo menilai keputusan itu masih bisa diperdebatkan, tetapi sang pelatih memilih untuk tidak larut dalam polemik.
“Saya sudah melihat ulang tayangannya dan menurut saya itu seperti ‘autopsi’ terhadap sebuah situasi permainan. Saya rasa Baschirotto lebih dulu mencapai bola, tetapi membahas hal itu sekarang tidak memberi manfaat apa pun. Pertandingan berakhir imbang dan meski insiden ini akan terus diperdebatkan, saya harus melihat ke depan,” ujar Giampaolo dikutip dari situs resmi Cremonese.
Dalam laga berikutnya melawan Napoli, Giampaolo menegaskan pentingnya sikap tim dalam menghadapi lawan besar. “Kami berada di fase musim di mana kami tidak boleh terlalu memikirkan siapa lawan yang dihadapi, meski tetap menghargai kualitas mereka. Itu tidak berarti kami sudah kalah sebelum bertanding. Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Yang terpenting adalah memiliki sikap yang tepat dan keyakinan untuk meraih hasil positif. Hari ini kami sudah tampil cukup baik, mungkin maksimal, tetapi itu belum cukup,” kata Giampaolo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022