
Antoine Griezmann bawa Atletico Madrid lolos ke semifinal Liga Champions. (Dok. UEFA)
JawaPos.com – Atletico Madrid kembali mencicipi semifinal Liga Champions. Meski dikalahkan FC Barcelona 1-2 dalam second leg perempat final di Riyadh Air Metropolitano, Madrid, kemarin (15/4), Atletico yang berhak lolos ke empat besar dengan agregat 3-2.
Kali terakhir Atletico lolos ke semifinal Liga Champions pada edisi 2016–2017 atau sembilan tahun silam. Saat itu, klub berjuluk Los Colchoneros tersebut disingkirkan oleh rival sekota, Real Madrid, dengan agregat 2-4.
Entrenador Atletico Diego Simeone pun tidak ingin timnya puas dengan capaian semifinal. ’’Kami punya tiga laga tersisa (menuju juara Liga Champions, Red). Kami harus terus memperjuangkannya,’’ katanya kepada Marca.
Cholo –sapaan akrab Diego Simeone – mengklaim mentalitas anak asuhnya semakin kuda hitam makin teruji setelah menyingkirkan Barca yang lebih difavoritkan. Itu sekaligus jadi bekal memburu tiket final di Puskas Arena, Budapest, 31 Mei mendatang.
’’Tahukah Anda betapa luar biasa lolos ke semifinal Liga Champions. Berada di antara empat klub terbaik yang ada di Eropa. Fantastis!’’ ucap Cholo.
Grizi Cari Kado Terbaik
Di antara para pemain Atletico, striker Antoine Griezmann terlihat paling lama bertahan di lapangan usai mengalahkan Barca. Grizi –sapaan akrabnya– sangat larut menikmati momen lolos ke semifinal Liga Champions.
Bagi Grizi, prestasi di Liga Champions akan jadi kado terbaik sebelum pergi di akhir musim. Striker 35 tahun itu akan memperkuat klub MLS, Orlando City, per Juli mendatang.
Grizi termasuk bagian dari skuad Atletico saat lolos ke semifinal Liga Champions 2016–2017. ’’Aku akan memberikan segalanya ke klub ini sampai hari terakhirku berada di sini,’’ tutur top scorer sepanjang masa Atletico dengan 211 gol tersebut.
Juara Bertahan Masih Bertahan
Selain Atletico, juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) juga lolos ke semifinal kemarin. PSG menyingirkan Liverpool FC (LFC) dengan agregat 4-0. Itu berarti Les Parisiens –julukan PSG– selalu menembus empat besar Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
Meski melewati hadangan LFC dengan relatif nyaman, entraineur PSG Luis Enrique memiliki pandangan berbeda. ’’Kuncinya jelas, kami perlu keberuntungan. Kami beruntung sebab kami tidak kebobolan dalam dua leg. Para pemain juga selalu memberikan penampilan terbaik mereka,” tutur Lucho –sapaan akrab Luis Enrique– kepada Canal+.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022