
Selebrasi Sandro Tonali setelah cetak gol untuk timnas Italia. ( Dok. Azzurri)
JawaPos.com - Tim nasional Italia kembali berada di persimpangan penting dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.
Azzurri dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam laga play-off penentuan yang akan digelar di Zenica. Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan pertaruhan besar untuk menghapus trauma masa lalu.
Seperti diketahui, Italia gagal tampil di dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni 2018 dan 2022. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap skuad asuhan Gennaro Gattuso semakin berat.
Bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga kesiapan mental para pemain menghadapi ekspektasi tinggi publik.
Italia melangkah ke final play-off usai mengalahkan Irlandia Utara dengan skor 2-0. Meski meraih kemenangan, performa tim dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.
Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa masalah lama khususnya soal mental bertanding masih membayangi.
Media Italia turut menyoroti kondisi ini. Dalam salah satu ulasan, disebutkan bahwa ancaman terbesar bagi Azzurri bukanlah kekuatan lawan, melainkan tekanan dari dalam diri sendiri.
Rasa cemas dan bayang-bayang kegagalan masa lalu dinilai bisa menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Di atas kertas, Italia memiliki kualitas skuad yang lebih baik. Namun, pertandingan di kandang Bosnia diprediksi tidak akan mudah.
