Aurelien Tchouameni. (Dok. Instagram/@aurelientchm)
JawaPos.com–Alvaro Arbeloa paham betul bahwa Aurelien Tchouameni adalah salah satu gelandang terbaik yang dimilikinya. Namun dalam beberapa situasi darurat, dia sempat tergoda untuk menariknya lebih ke belakang dan mengisi posisi bek Tengah, solusi instan yang dulu juga pernah dilakukan Carlo Ancelotti.
Masalahnya, solusi itu ternyata tidak sepenuhnya mendapat restu dari manajemen klub. Dalam beberapa laga terakhir, Arbeloa juga memindahkan Fede Valverde dan Camavinga dari posisi alami mereka.
Keputusan tersebut memicu teguran dari jajaran atas Bernabeu. Pesannya jelas, dengan opsi yang tersedia, pemain seharusnya bermain di posisi terbaik dan paling natural bagi mereka.
Melansir Defensa Central, situasi itu terlihat saat melawan Osasuna di Pamplona. Arbeloa memilih menduetkan David Alaba dengan Asensio di jantung pertahanan, alih-alih menggeser Tchouameni ke belakang. Valverde pun tidak dimainkan sebagai bek sayap.
Keputusan memainkan Carvajal dan Alaba bukan semata rotasi atau memberi menit bermain tambahan. Arbeloa memang tak punya banyak pilihan karena absennya Huijsen serta kondisi fisik Rudiger dan Trent yang belum sepenuhnya prima. Tim medis bahkan menyarankan agar keduanya diistirahatkan usai laga di Lisbon.
Meski begitu, manajemen tetap menegaskan garis kebijakan mereka hindari eksperimen posisi jika masih ada alternatif alami.
Beberapa pekan lalu, ketika Arbeloa memainkan Valverde, Camavinga, dan Tchouameni di lini belakang, dia mendapat peringatan langsung. Klub ingin struktur tetap jelas dan tidak terlalu fleksibel hingga mengorbankan keseimbangan.
Itulah sebabnya Tchouameni tak dimainkan sebagai bek tengah saat menghadapi Budimir, dan Valverde tak dipasang sebagai bek sayap untuk memberi Trent waktu istirahat. Ironisnya, keputusan itu berujung pada hilangnya tiga poin bagi Real Madrid.
Namun bagi Arbeloa, tugasnya di tim utama bukan sekadar menyusun taktik. Dia juga datang untuk mengikuti arahan klub.
Jika sebelumnya Xabi Alonso dikenal sebagai pelatih yang hanya mementingkan urusannya sendiri, Arbeloa kini tampak lebih berhati-hati agar tidak mengulang dinamika yang bisa mengganggu stabilitas ruang ganti.
Menghadapi Benfica, situasinya sedikit lebih cerah. Huijsen memang masih absen, tetapi Trent dan Rudiger sudah kembali dalam jangkauan. Dua kabar baik yang membuat lini belakang terasa lebih solid.
Arbeloa tentu berharap tak perlu lagi memainkan pemain yang belum sepenuhnya bugar atau yang masa depannya di klub masih tanda tanya. Kontrak Carvajal dan Alaba akan berakhir pada 30 Juni, dan belum ada kepastian soal perpanjangan.
Laga kontra Benfica bukan sekadar pertandingan biasa. Ini soal kredibilitas, kontrol, dan mungkin juga masa depan Arbeloa sendiri di kursi pelatih.
Dia ingin bertahan dengan cara yang lebih konservatif dan memainkan pemain di posisi alaminya, meminimalkan risiko, dan memastikan pertahanan benar-benar bisa diandalkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022