Gianluca Prestianni. (Istimewa)
JawaPos.com – UEFA resmi menjatuhkan larangan satu pertandingan pada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, atas tuduhan rasisme terhadap pemain Real Madrid, Vinicius Junior.
Dikutip dari situs berita Daily Mail, Vinicius Jr menerima tindakan rasis dalam pertandingan leg pertama babak play-off 16 besar antara Benfica melawan Real Madrid pada Rabu (18/2).
Vinicius Jr menuduh Prestianni tertangkap kamera memanggilnya ‘monyet’ sambil menutupi mulutnya dengan bagian atas bajunya setelah melakukan selebrasi gol ke gawang Benfica.
Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin UEFA (CEDB) hingga kini masih terus menyelidiki Prestianni atas tuduhan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr dalam pertandingan tersebut.
“Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin UEFA hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni untuk pertandingan kompetisi UEFA berikutnya,” kata UEFA.
UEFA menambahkan bahwa skorsing Prestianni tidak mengurangi keputusan apa pun yang dibuat oleh Badan Disiplin UEFA setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung.
Jika Prestianni terbukti bersalah melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr, ia dapat menghadapi hukuman hingga sepuluh pertandingan di luar lapangan melalui penangguhan.
Sementara itu, Benfica mengeluarkan pernyataan secara resmi yang mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan banding atas keputusan UEFA terkait skorsing Prestianni tersebut.
“Klub menyesal kehilangan pemain tersebut sementara proses masih dalam penyelidikan dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA ini,” demikian pernyataan Benfica.
Benfica juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk memerangi segala bentuk rasisme atau diskriminasi, termasuk mengedepankan identitas historis tokoh penting seperti Eusebio.
Sanksi cepat tersebut diyakini diberlakukan karena UEFA khawatir ada potensi kedua pemain yang tidak berjabat tangan sebelum pertandingan leg kedua Benfica melawan Real Madrid.
Mereka meyakini bahwa ketika ada kejadian di mana kedua pemain memilih tidak berjabat tangan sebelum pertandingan dimulai akan ‘mengirimkan pesan negatif’ kepada penonton.
UEFA ingin mencegah kejadian serupa ketika Luis Suarez menolak berjabat tangan dengan Patrice Evra ketika Liverpool melawan Manchester United di Liga Inggris pada tahun 2012.
Kejadian tersebut terjadi tepat setelah Suarez menjalani larangan delapan pertandingan usai didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris karena melakukan pelecehan rasial di Anfield.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
