
Pemain Benfica Gianluca Prestianni tertangkap kamera melakukan pelecehan rasial kepada Pemain Real Madrid Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions Eropa 2025/2026. (Getty Images/Soccrates)
JawaPos.com - Badan sepak bola Eropa UEFA resmi menjatuhkan sanksi larangan bermain selama enam pertandingan kepada gelandang Benfica Gianluca Prestianni. Hukuman itu diberikan atas tindakan ujaran bernuansa anti-gay yang ditujukan kepada pemain Vinicius Junior dalam laga Liga Champions pada Februari 2026.
Dalam keputusan yang diumumkan pada Jumat (25/4), UEFA menyatakan bahwa tiga dari enam pertandingan itu ditangguhkan selama dua tahun, artinya jika tidak ada pelanggaran serupa di masa mendatang, Prestianni hanya akan menjalani sanksi efektif sebanyak tiga pertandingan.
Namun, satu pertandingan sudah dijalani sebagai skorsing sementara pada Februari. Dengan demikian, pemain asal Argentina berusia 20 tahun itu hanya akan absen dalam dua laga tambahan, kecuali jika Prestianni kembali melakukan pelanggaran yang mengaktifkan sanksi tambahan.
Insiden terjadi saat Real Madrid menghadapi Benfica pada leg pertama babak playoff Liga Champions di Lisbon. Dalam pertandingan itu, Vinícius mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 pada menit ke-50. Usai merayakan gol di dekat bendera sudut, Vinicius dihampiri Prestianni. Dalam tayangan pertandingan, Prestianni terlihat berbicara sambil menutupi mulutnya dengan jersey. Tidak lama kemudian, Vinicius menunjuk ke arah pemain lawan dan berlari menuju wasit.
Pemain asal Brasil itu kemudian berbicara dengan wasit Francois Letexier yang memberikan sinyal tangan bersilang sebagai indikasi adanya laporan dugaan pelecehan rasial. Pertandingan sempat dihentikan selama sekitar 10 menit pada babak kedua.
Setelah insiden, UEFA menunjuk penyelidik etik dan disiplin untuk mengusut kasus itu. Hasil investigasi menyimpulkan bahwa ucapan Prestianni bersifat anti-gay, bukan rasial. Menurut sumber yang dikutip dari ESPN, Prestianni dalam keterangannya mengakui menggunakan kata hinaan dalam bahasa Spanyol yang merujuk pada orientasi seksual, bukan kata mono yang berarti monyet.
Meskipun demikian, Pasal 14 regulasi disiplin UEFA menyatakan bahwa baik ujaran rasial maupun anti-gay memiliki kerangka hukuman yang sama. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa setiap tindakan yang menghina martabat manusia, termasuk berdasarkan warna kulit, ras, agama, etnis, gender, atau orientasi seksual, dapat dikenai sanksi minimal 10 pertandingan atau hukuman lain yang setara.
UEFA juga menyatakan telah meminta FIFA untuk memperluas pemberlakuan sanksi ini secara global. Pihak Benfica mengonfirmasi telah menerima keputusan tersebut. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut bahwa Prestianni dijatuhi larangan enam pertandingan dengan tiga di antaranya ditangguhkan selama dua tahun.
“Dari tiga pertandingan efektif, satu telah dijalani, dan dua sisanya harus dijalani dalam kompetisi UEFA atau pertandingan tim nasional Argentina dalam konteks FIFA,” tulis pernyataan klub. Sebelumnya, UEFA juga telah menjatuhkan denda kepada Benfica atas tindakan rasis yang dilakukan oleh sebagian suporter dalam pertandingan yang sama.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
