
Pemain Benfica Gianluca Prestianni tertangkap kamera melakukan pelecehan rasial kepada Pemain Real Madrid Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions Eropa 2025/2026. (Getty Images/Soccrates)
JawaPos.com – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana menerapkan “Hukum Vinicius” usai insiden rasisme yang dialami oleh pemain Real Madrid, Vinicius Junior.
Dikutip dari situs berita The Independent, penerapan “Hukum Vinicius” hingga peningkatan hukuman bagi pemain telah disampaikan dalam pertemuan teknis FIFA pada Jumat (27/2).
Insiden pelecehan rasial yang dilakukan oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada Vinicius Jr terjadi dalam laga leg pertama babak play-off 16 besar pada Rabu (18/2) lalu.
Vinicius Jr menuduh Prestianni tertangkap kamera memanggilnya ‘monyet’ sambil menutupi mulutnya dengan bagian atas bajunya setelah melakukan selebrasi gol ke gawang Benfica.
Pemain tim nasional Brasil tersebut lalu berpendapat bahwa pelaku rasisme adalah seorang pengecut dan harus menutupi mulut mereka dengan baju ketika berbicara dengan orang lain.
“Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu memasukkan baju mereka ke mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” kata Vinicius Jr usai laga itu.
UEFA secara resmi menjatuhkan larangan sementara satu pertandingan kepada Prestianni dan pemain asal Argentina tersebut akan berpotensi mendapatkan sanksi tambahan dari FIFA.
Para pemain sepak bola yang sengaja menutup mulut mereka saat berbicara dengan lawan bisa berpotensi besar menghadapi sanksi karena dianggap melakukan pelecehan rasial.
Pertemuan teknis tersebut mengungkapkan bahwa FIFA tertarik untuk mengeksplorasi cara-cara dalam mengatasi masalah rasisme beserta pencegahan terhadap perilaku tersebut.
FIFA juga akan bekerja sama dengan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) untuk mengadakan diskusi mengenai penerapan praktis “Hukum Vinicius” dalam pertandingan.
IFAB merupakan badan independen yang bertugas dalam menyusun hukum dan juga regulasi permainan dalam sepak bola dan mereka diyakini akan menyetujui “Hukum Vinicius” itu.
Baik FIFA dan IFAB akan mengadakan pertemuan umum tahunan yang direncanakan untuk membahas hingga menerapkan ide mengenai “Hukum Vinicius” di Wales pada Sabtu (28/2).
Pertemuan umum tahunan FIFA dan IFAB tersebut adalah awal dari diskusi, dan penerapan praktisnya dalam pertandingan sepak bola diharapkan perlu dipertimbangkan dengan cermat.
FIFA lalu juga mengusulkan peningkatan hukuman bagi pemain yang meninggalkan lapangan dari kartu kuninhg menjadi kartu merah setelah kekacauan di final Piala Afrika 2025.
Final Piala Afrika 2025 yang mempertemukan tuan rumah Maroko dan Senegal berakhir ricuh usai aksi protes pelatih dan ofisial tim tamu yang meninggalkan lapangan pertandingan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022