Spanduk kritikan dari suporter Crystal Palace. (Istimewa)
JawaPos.com–Tekanan dari suporter terhadap manajer Crystal Palace kembali menguat. Namun Oliver Glasner memilih meresponsnya dengan kepala dingin.
Pelatih asal Austria itu menilai kritik dari suporter adalah hal yang wajar, terlebih di tengah performa Crystal Palace yang belum konsisten dalam beberapa bulan terakhir. Sorotan tajam mengarah kepadanya setelah sejumlah suporter membentangkan spanduk kritikan bernada keras saat Palace menjamu Wolverhampton Wanderers di Premier League, Minggu (22/2).
Dalam laga tersebut, Crystal Palace menang tipis 1-0. Namun tekanan terhadap Oliver Glasner tak sepenuhnya mereda.
Beberapa hari sebelumnya, saat Palace bermain imbang di ajang Eropa, sebagian fans bahkan menyerukan agar dia mundur lebih cepat. Situasi ini tak lepas dari hasil buruk yang dialami The Eagles sejak akhir tahun lalu.
Kemenangan atas Wolves menjadi yang pertama di kandang sejak awal November. Secara keseluruhan, itu baru kemenangan kedua Palace sejak awal Desember. Catatan tersebut jelas memicu kekecewaan publik Selhurst Park.
Meski begitu, Glasner tidak merasa tersinggung dengan reaksi para pendukung. Dia memahami bahwa ekspektasi meningkat setelah musim lalu Palace sukses meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub.
”Kritik itu tidak masalah. Suporter kecewa, kami juga. Itu cara mereka menunjukkan perasaan,” ujar Glasner seusai pertandingan dikutip dari bcc.com.
Dia juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan musim bersama Palace. Sebelumnya, Glasner sempat menyatakan akan meninggalkan klub saat kontraknya habis musim panas nanti. Pernyataan itu sempat memunculkan spekulasi soal masa depannya.
Namun kali ini dia memberikan penegasan. Menurut dia, manajemen masih percaya pada proyek yang sedang dibangun.
”Saya sudah berbicara dengan dewan dan mereka percaya saya orang yang tepat. Bagi saya, yang terpenting adalah klub,” kata Oliver Glasner.
Di lapangan, Palace beruntung saat menundukkan Wolves. Tim tamu gagal mengeksekusi penalti di babak pertama dan harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari 30 menit. Gol penentu baru tercipta di menit ke-90 lewat aksi Evann Guessand.
Glasner berharap kemenangan tersebut menjadi titik balik. Dia menekankan pentingnya kepercayaan antara pelatih, pemain, dan manajemen untuk melewati periode sulit ini.
Dengan jadwal kompetisi yang masih panjang, Palace masih punya waktu untuk memperbaiki posisi. Glasner sadar tekanan belum sepenuhnya hilang, tetapi dia memilih fokus pada satu hal, membawa Palace menutup musim dengan hasil terbaik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022