
Michael Carrick, pelatih Manchester United. (Dok Sky Sports)
JawaPos.com - Michael Carrick menikmati setiap detik perannya sebagai pelatih kepala sementara Manchester United. Dikutip falam wawancara terbarunya dengan Mark Chapman di program The Football Interview, pria 44 tahun itu menyebut kesempatan menangani Setan Merah sebagai “peran tertinggi” dalam kariernya di dunia sepak bola.
Sejak ditunjuk menggantikan Ruben Amorim bulan lalu, Carrick langsung memberi dampak nyata.
United mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan dan merangkak naik ke posisi empat klasemen Premier League. Dua kemenangan penting atas Manchester City dan Arsenal menjadi momentum kebangkitan tim.
Carrick mengaku menerima kabar penunjukan dirinya saat sedang dalam perjalanan menuju Newcastle.
Ia tidak bereaksi berlebihan, namun mengakui momen itu terasa spesial.
"Klub ini punya arti besar bagi saya. Tapi sekarang tugas saya jelas, membangun tim yang kompetitif dan meraih hasil," ujarnya.
Salah satu perubahan paling mencolok di era Carrick adalah peran Kobbie Mainoo. Gelandang muda berusia 20 tahun itu kini menjadi pilihan utama di lini tengah. Carrick yang sudah mengenal Mainoo sejak usia remaja menilai sang pemain memiliki kualitas dan kedewasaan di atas rata-rata.
"Dia talenta besar. Yang terpenting sekarang adalah memberinya ruang untuk berkembang," kata Carrick.
Selain fokus pada hasil, Carrick juga menekankan pentingnya menjaga tradisi akademi klub. Manchester United dikenal memiliki sejarah panjang selalu menyertakan pemain binaan dalam skuad pertandingan sejak era 1930-an.
Menurut Carrick, identitas tersebut harus terus dipertahankan. "Itu bagian dari DNA klub. Memberi kesempatan kepada pemain muda adalah kebanggaan tersendiri," tuturnya.
Dalam menyusun staf pelatih, Carrick turut melibatkan sosok berpengalaman seperti Steve Holland, Jonathan Woodgate, dan Jonny Evans. Ia membuka ruang diskusi dan tidak anti terhadap kritik.
"Kami bekerja sebagai tim. Tidak ada satu orang yang selalu benar," ucapnya.
Terkait masa depannya di Old Trafford, Carrick memilih fokus pada pekerjaan saat ini. Kontraknya memang hanya berlaku hingga akhir musim, namun ia menegaskan komitmennya penuh selama dipercaya memimpin.
"Saya menikmati peran ini dan akan memberikan yang terbaik," katanya.
Dengan atmosfer ruang ganti yang mulai stabil dan dukungan suporter yang kembali menguat, Carrick perlahan membuktikan dirinya layak mendapat kesempatan lebih lama di kursi panas Manchester United.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022