
Trent Alexander-Arnold dan Kylian Mbappe bela Vinicius Junior setelah dugaan pelecehan rasis dalam laga Real Madrid vs Benfica di Liga Champions. (ig @brfootball)
JawaPos.com–Dua bintang Real Madrid Trent Alexander-Arnold dan Kylian Mbappe, berdiri di garis terdepan membela Vinicius Junior. Sang winger dilaporkan menerima pelecehan rasis dalam laga leg pertama babak playoff knockout Liga Champions.
Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol spektakuler yang menjadi penentu kemenangan 1-0 Los Blancos atas Benfica di Estadio da Luz. Selebrasi penuh gaya khas Brasil di dekat bendera sudut lapangan justru menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang mengubah atmosfer pertandingan menjadi panas dan emosional.
Vinicius menuduh pemain sayap Benfica Gianluca Prestianni melontarkan hinaan rasis kepadanya. UEFA pun langsung mengaktifkan protokol anti rasisme mereka. Situasi sempat memanas dan fokus pertandingan bergeser dari sepak bola menjadi isu yang jauh lebih serius.
Melansir Sports Illustrated, Trent Alexander-Arnold tak menunggu lama untuk angkat bicara usai laga.
”Ini merusak malam ini. Ini memalukan bagi olahraga. Ini juga memalukan bagi masyarakat. Tidak ada tempat untuk hal seperti ini,” tandas Trent Alexander-Arnold.
Dia melanjutkan dengan nada tegas namun terkendali. ”Namun sekarang dengan insiden seperti ini, ketika hal itu terjadi, kita hanya bisa menghadapinya seperti yang kita lakukan malam ini. Saya sangat bangga dengan tim, klub, dan skuad, serta bagaimana semua orang bereaksi dan mendukung Vini,” ucap Trent Alexander-Arnold.
Menurut dia, rasisme adalah sesuatu yang menyedihkan dan mengecewakan. Namun Real Madrid bereaksi dengan cara yang tepat.
”Kami tetap tenang, kami tetap sabar. Kami berjuang untuk satu sama lain dan saling membela, dan kami bermain dengan baik,” ujar Trent Alexander-Arnold.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bagi skuad Madrid, ini bukan sekadar soal hasil pertandingan. Ini soal solidaritas.
Mbappe pun tak kalah vokal. Kepada jurnalis setelah laga, dia dengan sengaja tidak menyebut nama Prestianni dan memilih memanggilnya nomor 25.
Dia menguatkan pernyataan Aurelien Tchouameni bahwa Vinicius disebut monyet dalam insiden tersebut, sebuah tuduhan yang jika terbukti, bisa berujung sanksi berat.
Tak berhenti di situ, Mbappe juga mengirim pesan kuat melalui media sosial.
”BAILA (MENARI) Vini Jr dan tolong jangan pernah berhenti. Mereka tidak akan pernah bisa memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan atau tidak,” ujar Mbappe.
Pesan itu terasa simbolis. Aksi menari Vinicius memang sering menjadi bagian dari bentuk ekspresi diri. Namun, di beberapa kesempatan, selebrasi tersebut justru memicu reaksi negatif dari lawan maupun suporter.
Kali ini, dampaknya jauh lebih besar. Ironisnya, di balik kontroversi tersebut, ada satu momen sepak bola murni yang mungkin akan dikenang dalam perjalanan musim Madrid.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
